Example floating
Example floating
/>
Pendidikan

Rektor Unpatti Dorong Mahasiswa Kembangkan Talenta Seni hingga Tingkat Nasional

86
×

Rektor Unpatti Dorong Mahasiswa Kembangkan Talenta Seni hingga Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan majemuk atau multiple intelligences mahasiswa melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan dan seni di lingkungan kampus.

Hal itu disampaikan Fredy saat menutup Pekan Seni Mahasiswa Universitas Pattimura (Peksimika) di Kampus Unpatti Poka, Kota Ambon, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki kecerdasan dan bakat yang berbeda sehingga perlu diberikan ruang untuk berkembang, baik di bidang akademik, seni, maupun kemampuan lainnya.

“Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Tinggal bagaimana kampus memberi ruang agar ekspresi dari kecerdasan itu bisa muncul,” kata Fredy.

Ia menekankan seluruh aktivitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan kegiatan kemahasiswaan harus terus diperkuat sebagai bagian dari pembentukan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa.

Menurut Fredy, kegiatan seperti Peksimika bukan sekadar ajang perlombaan seni, tetapi juga menjadi ruang pembinaan mahasiswa untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Kita tidak bisa tiba-tiba menjadi pemimpin atau berkarya di berbagai bidang kalau dilakukan secara asal-asalan. Tantangan ke depan cukup banyak sehingga mahasiswa harus fokus dan terus maju,” ujarnya.

Fredy juga meminta para dosen dan pimpinan fakultas membuka akses lebih luas bagi mahasiswa bertalenta agar mampu tampil dan dikenal hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

“Saya minta talenta-talenta yang lahir dari sini bisa dibawa dan diperkenalkan sampai ke Jakarta, Surabaya, Bandung, dan daerah lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpatti, Aida Kubangun, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang dinilai telah menunjukkan kreativitas selama kegiatan berlangsung.

“Kalian telah menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Pattimura bukan hanya unggul dalam akademik tetapi juga kaya dalam budaya dan kreativitas,” kata Aida.

Ia mengingatkan, kemenangan dalam perlombaan harus dijadikan motivasi untuk terus berkarya, sementara peserta yang belum berhasil diminta tidak berkecil hati.

“Keberanian untuk tampil dan berproses adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Aida mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan seni mahasiswa tahun ini belum sepenuhnya diikuti seluruh fakultas, terutama mahasiswa Fakultas Kedokteran yang terkendala jadwal perkuliahan yang padat.

Meski demikian, pihak universitas memastikan komitmen untuk terus mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Menurut dia, mahasiswa terbaik hasil seleksi tingkat universitas akan dipersiapkan mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah yang melibatkan perguruan tinggi se-Maluku sebelum melaju ke tingkat nasional.

“Mahasiswa yang terpilih harus terus menyiapkan diri karena nantinya akan membawa nama Maluku di tingkat nasional,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Peksimika Unpatti, Dr. Ir. Laura Siahainenia, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari delapan fakultas selama sepekan.

Para peserta mengikuti berbagai cabang lomba yang terbagi dalam empat bidang, yakni seni suara, seni rupa, seni sastra, dan seni pertunjukan.

Pada bidang seni suara, lomba yang dipertandingkan meliputi nyanyi pop, dangdut, vokal grup, seriosa, hingga lagu Nusantara. Sementara bidang seni rupa mencakup fotografi, melukis, komik strip, dan desain media kampanye sosial.

Untuk bidang seni sastra diperlombakan baca puisi dan penulisan cerpen, sedangkan seni pertunjukan mencakup tari dan monolog.

Laura menilai Peksimika bukan hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga bagian penting dari persiapan mahasiswa Unpatti menghadapi Pekan Seni Mahasiswa tingkat daerah maupun nasional.

“Kegiatan ini sangat penting dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan karena mahasiswa Universitas Pattimura memiliki bakat dan talenta yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, dewan juri yang dilibatkan berasal dari unsur akademisi dan profesional seni guna memastikan penilaian berlangsung objektif dan sesuai standar kompetisi.(DMC-DS)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *