DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,– Sebanyak 1.713 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) resmi diwisuda pada periode Oktober Tahun Akademik 2026. Momen bersejarah ini tidak sekadar menjadi penanda keberhasilan akademik, tetapi juga membawa pesan besar agar para lulusan mampu menghadirkan perubahan, menciptakan inovasi, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Maluku.
Penegasan tersebut disampaikan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Oktober Tahun Akademik 2026, yang berlangsung di Auditorium Unpatti, Ambon, Senin (2/11/2026).
Wisuda kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 sekaligus tokoh perdamaian, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi momentum penting yang diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para lulusan dalam membangun masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Leiwakabessy menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Jusuf Kalla atas kehadirannya di kampus orang basudara tersebut.
Menurutnya, perjalanan pengabdian Jusuf Kalla kepada bangsa dan negara, khususnya dalam bidang kepemimpinan, perdamaian, kedisiplinan, dan kerja nyata, merupakan teladan berharga bagi generasi muda.
Ia menegaskan, nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi para lulusan ketika memasuki dunia kerja dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Momentum wisuda hari ini bukan sekadar seremoni pelepasan akademik, tetapi menjadi titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan kemampuan, integritas, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” demikian pesan Leiwakabessy.
Leiwakabessy menjelaskan, dari total 1.713 lulusan, sebanyak 1.621 merupakan lulusan program sarjana, 70 magister, enam doktor, satu lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta 15 lulusan pendidikan profesi dokter.
Dari jumlah tersebut, terdapat 56 lulusan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan 51 lulusan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen Unpatti dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Maluku.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari banyaknya mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan.
Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia global.
Dalam kesempatan tersebut, Leiwakabessy juga memaparkan tiga pilar utama transformasi yang terus diperkuat Unpatti dalam beberapa tahun terakhir.
Pertama, akselerasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Fokus ini diarahkan pada peningkatan kualitas lulusan, kesempatan memperoleh pekerjaan layak, pengalaman mahasiswa di luar kampus, keterlibatan dosen di dunia profesional, serta hasil penelitian yang dimanfaatkan masyarakat dan industri.
Kedua, penguatan dan pengembangan mutu akademik. Unpatti terus melakukan penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), memperkuat ekosistem riset, meningkatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa, serta mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Melalui langkah tersebut, Unpatti ingin memastikan lulusannya tidak hanya memiliki kemampuan teoritis, tetapi juga ketajaman analisis, etika profesional, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Ketiga, transformasi menuju World Class University atau universitas berkelas dunia.
Langkah ini dilakukan melalui penguatan jejaring internasional, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi global, mobilitas internasional mahasiswa dan dosen, serta penguatan tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel.
Saat ini, Unpatti telah memiliki 19 program studi dengan akreditasi unggul. Selain itu, sebanyak 18 program studi tengah diusulkan untuk mengikuti proses akreditasi internasional.
Leiwakabessy turut memaparkan perkembangan sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan Unpatti.
Saat ini, Unpatti memiliki 1.343 aparatur sipil negara (ASN), dengan 127 guru besar dan 95 di antaranya merupakan guru besar aktif.
Jumlah dosen bergelar doktor tercatat sebanyak 423 orang, sementara dosen bergelar magister mencapai 756 orang.
Selain itu, terdapat 150 dosen dengan kualifikasi lainnya, serta 80 dosen belum berkualifikasi magister.
Untuk tenaga kependidikan, Unpatti memiliki 220 PNS, 486 PPPK penuh waktu, 160 PPPK paruh waktu, serta 203 tenaga kependidikan berstatus belum tetap.
Sementara itu, jumlah mahasiswa aktif pada Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 32.842 orang.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah dosen yang berhasil meraih gelar doktor, baik melalui pencapaian pada periode sebelumnya maupun yang turut diwisuda dalam momentum Oktober 2026.
Capaian tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing Unpatti.
Di hadapan ribuan wisudawan dan keluarga, Leiwakabessy menegaskan bahwa gelar akademik yang disandang bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar, terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Rektor juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Universitas Pattimura.
Menurutnya, keberhasilan para lulusan merupakan hasil perjuangan bersama antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, LLDIKTI Wilayah XII, serta seluruh mitra perguruan tinggi yang selama ini mendukung pengembangan Unpatti.
Leiwakabessy berharap, 1.713 lulusan yang diwisuda tidak hanya membawa pulang ijazah dan gelar akademik, tetapi juga semangat pengabdian untuk membangun daerah.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan menjadi generasi unggul yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Maluku.(DMC-DS).















