DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Sebanyak 715 peserta dari 31 provinsi dan luar negeri mengikuti kegiatan Orientasi Akademik Guru Tertentu Tahap II Tahun 2026 yang dilaksanakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pattimura (Unpatti).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Lantai V, Manise Hotel Ambon, Rabu (8/7/2026) diikuti secara daring oleh peserta.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, dan sekaligus mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada Bapak dan Ibu guru peserta.
Ia menyebut, peserta orientasi akademik PPG adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru profesional bukan hanya soal penguasaan materi, tetapi juga tentang ketulusan hati, dedikasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Orientasi akademik, kata Rektor, dirancang untuk membekali para guru dengan wawasan sistem pembelajaran, baik secara mandiri melalui platform SIMPKB maupun pendampingan dari dosen dan guru pamong.
Dalam proses perkuliahan nanti, lanjut Rektor, peserta akan dihadapkan pada pelbagai tantangan akademik, seperti penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan persiapan uji kompetensi.
Namun, Rektor meyakini dengan semangat pengabdian dan komitmen untuk terus belajar, segala tahapan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
“Mari jadikan program ini sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi dan dedikasi kita. Jangan ragu untuk berdiskusi dan menggali ilmu dari para dosen dan instruktur. Tunjukkan bahwa lulusan PPG dari kampus ini adalah pendidik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan integritas tinggi,” pesannya.
Rektor berharap dari 715 peserta, seluruhnya dapat menyelesiakan pendidikan ini dengan baik, dan dinyatakan lulus. Hal itu bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam menjawab kuota sertifikasi guru yang ditargetkan.
Sementara itu, Sekretaris PPG Unpatti, Dr. Samuel Ritiauw, M.Pd, menjelaskan Program PPG merupakan salah satu kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangka menyiapkan pendidik yang profesional, kompeten, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di abad ke-21.
PPG, kata Ritiauw, dirancang untuk memberikan penguatan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal di satuan pendidikan.
“Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahap II Tahun 2026 ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan bagi guru yang telah memenuhi persyaratan untuk memperoleh sertifikasi pendidik,” ucapnya.
Adapun rangkaian kegiatan ini meliputi: pemanggilan peserta, lapor diri, orientasi yang sata ini digelar, pelaksanaan perkuliahan melalui daring, hingga pendaftaran Uji Kompetensi Program Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG).
“Orientasi akademik ini berfungsu sebagai pintu masuk sekeligus oembekalan awal bai peserta sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatam pembelajaran melalui virtual di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) maupun pembelajaran melalui UKPPPG. Kami berharap peserta dapat mengikutinya dan memahami mekanisme pembelajaran yang digunakan, hak dan kewjaiban peserta, serta strategi dalam menyelesaikan setiap tahapan dengan baik,” paparnya.
Berdasarkan kuota yang ditentukan oleh Kemendikdasmen, beber Ritiauw, sebanyak 1.100. Yang terkonfirmasi berjumlah 864. Namun sampai pada tahapan melapor diri itu 715 peserta. Dari total peserta, sebanyak 31 provinsi yang ikut program ini, dan dari luar negeri sebanyak 3 orang.
Apa alasan 154 peserta tidak melapor? “Ada yang mundur karena bidang studi tidak sesuai ijazah, tidak ada ijazah D IV atau S1, sudah pindah jenjang dari SD ke SMP, bahkan tidak keterangan. Tapi rata-rata kondisi yang terjadi itu akses internet yang sulit. Sebab banyak juga peserta yang berada di wilayah 3T atau pedalaman yang kurang akses. Bisa juga karena jarang memantau notifikasi program,” sebutnya.
Melalui kegiatan ini, Ritiauw berharap para peserta dapat mempersipkan diri lebih khusus pada sesi pembelajaran mandiri. Sebab ada tugas mandiri yang harus diselesaikan. Kalau gagal maka perjuangan akhir akan mengalami hambatan.(DMC-DS).
















