Delikmaluku29news.com, Ambon – Yohan Lewerissa akhirnya mengajukan upaya banding ke Komite Banding Pemilihan setelah digugurkan Komite Pemilihan dalam pencalonan Ketua PSSI Maluku 2025-2029.
Terhadap surat dari Pengurus Pusat PSSI ke PSSI Maluku yang membatalkan Kongres dengan agenda pemilihan ketua PSSI Maluku pada 7 Januari 2026 nanti, direspons salah satu Pelatih PSA Ambon Yance Saiya.
“Saya memang sudah menerima whatsapp dari Sekjen PSSI Maluku (Marthinus Manuputty) tentang pembatalan kongres biasa asprov,.tapi kami dan tim dari Maluku United tetap berinisiatif memasukan Memori Banding dari bakal calon ketua PSSI Maluku bapak Johan Lewerissa kepada Komite Banding yang ditunjuk langsung dalam Kongres Biasa Asprov PSSI Maluku tersebut, karena kami merasa kecewa atas putusan ketua komite pemilihan yang mana menggugurkan calon kami dengan alasan kurang persyaratan, surat-surat tidak lengkap, yaitu kurang SK kepengurusan dari Maluku United,” kecam Saija kepada Delikmaluku29news.com, Sabtu (13/12/2025).
Seharusnya sesuai mekanisme pencalonan, sebut Saija, di situ ada tahapan-tahapan pencalonan yang mana surat-surat belum lengkap, maka panitia pemilihan wajib memberitahukan kepada bakal calon untuk melengkapi berkas-berkas, tetapi pada kenyataannya komite pemilihan langsung menggugurkan bakal calon yang diusung pihaknya.
“Ini kan sudah melanggar aturan yang disyaratkan dalam tahapan pemilihan,” timpalnya.
Saija menuding komite pemilihan yang diketuai Rahman Latuconsina sengaja menggugurkan calon yang diusung pihaknya, karena komite pemilihan diduga kuat sudah punya calon sendiri yg mereka loloskan sebagaii calon tunggal.
“Atas dasar itulah maka kami ajukan banding. Kami sudah memasukan memori banding dan diterima oleh saudara Recki Ur di Kantor Asprov PSSI Maluku di Kebun Cengkih,” ujarnya.
Di saat yang sama Pelatih Ambon United Charles Tasidjawa merasa bersyukur karena ketua umum PSSI Erick Thohir melalui Sekjen PSSI Yunus Nusi telah membatalkan Kongres Biasa Asprov PSSI Maluku. Itu berarti Asprov PSSi Maluku tidak bisa melaksanakan kongres biasa sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Informasinya nanti pada tahun 2026 baru dilaksanakan kongres biasa yang nanti melibatkan semua anggota Asprov termasuk klub kami Ambon United karena pada saat Kongres Biasa di November kemarin yang diadakan di Hotel Natsepa kami dari Ambon United salah satu tim juara Liga 3 yang adalah anggota Asprov PSSI Maluku tidak diundang dan dilibatkan dalam kongres biasa tersebut, padahal dalam kongres biasa itu ada agenda mendengarkan laporan pertanggung jawaban kegiatan-kegiatan Asprov PSSI Maluku selama setahun, mensahkan Statuta 2025 dan ada juga laporan pertanggungjawaban keuangan Asprov di mana kesemua agenda itu wajib didengar oleh seluruh anggota, bukan hanya 17 voter yang sudah diatur-atur oleh Asprov,” bebernya.
Hal yang sama juga diungkapkan Pemerhati Sepak bola Maluku, Faizal “Ichal” Lestaluhu.
Melalui status FB-nya di mana Ichal menulis bahwa surat dari Ketua Umum PSSI Pusat Erick Thohir yang membatalkan kongres biasa memang sangat tepat supaya nanti pada Januari 2026 berkenan berakhir masa bakti kepengurusan Asprov PSSI Maluku dan PSSI akan menunjuk seorang pelaksana tugas untuk mengabil alih kepengurusan Asprov sekaligus melaksanakan kongres biasa yang adil.
“Nah, di situ nanti akan ada komite pemilihan yang dibentuk dalam kongres biasa untuk melaksanakan pemilihan ketua Asprov yang baru. Saya berharap pemilihan dapat berjalan dengan adil, jujur dan transparan,” tulis Ichal. (DMC-01)















