Example floating
Example floating
/>
Hukum

Setahun Berproses, Berkas Dugaan Korupsi ADD dan DD Luhu Masih di Laci Meja Inspektorat SBB, Polisi Diminta Proaktif “Usut”

261
×

Setahun Berproses, Berkas Dugaan Korupsi ADD dan DD Luhu Masih di Laci Meja Inspektorat SBB, Polisi Diminta Proaktif “Usut”

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi
Example 468x60

Delikmaluku29news.com,PIRU,- Setahun sudah penyelidikan kasus dugaan korupsi miliaran rupiah Dana Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), sampai saat ini masih tertahan di laci meja Inspektorat SBB.

Padahal publik saat ini menginginkan adanya bukti hasil perhitungan audit kerugian keuangan negara atas laporan dugaan korupsi ADD dan DD tersebut.

Di sisi lain, kredibilitas Kepala Inspektorat Indra Maruapey juga dipertanyakan. Ada apa dengan hasil audit yang terkarung-karung, padahal bukti permulaan ke tim penyidik diduga jelas adanya.

Meski hasil korupsi ratusan juta yang dapat dikembalikan ke kas daerah disetor ke Bank BPDM Piru dengan nomor setor 47/STS/BPKAD/2025 pada 11 Juni 2025, itu belum seberapa jika diuji petik lebih mendalam.

Dugaan raibnya Dana Desa Luhu miliaran rupiah tersebut diduga menyeret Kades Luhu AGK, Sekdes AH, Kaur Perencanaan AKW, serta Bendahara IBdan Ketua BPD IR itu, jadi sorotan masyarakat SBB akibat penyelidikannya mandek di Inspektorat.

Selain itu, Polres SBB sudah lama menunggu hasil rilis kerugian negara dari Inspektorat.
Kepada awak media, Kasat Reskrim Polres SBB AKP Idris Mukaddar, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menanti hasil audit dugaan korupsi Dana Desa Luhu tersebut.

“Untuk perkembangan penyelidikan dugaan korupsi Dana Desa Luhu, kami masih menunggu hasil rilis kerugian negara dari pihak inspektorat,”ungkap AKP Mukaddar.

Ia mengaku sudah memanggil pihak-pihak terkait untuk diperiksa dan dimintai keterangan, namun saat ini pihaknya masih menunggu rilis kerugian negara dari inspektorat sesuai prosedur.

“Seluruh staf Desa sudah kami periksa, termasuk pihak BPD. Kami hanya menunggu rilis kerugian negara untuk diekspose ke tahap selanjutnya. Publik bersabar dan tetap apresiasi kami agar kasus ini ada titik terang dan secepatnya dituntaskan. Kami berharap secepatnya rilis kerugian negara dapat kami terima,” akuinya.
Sementara itu tokoh adat Luhu, Sulaiman Lisaholith mengatakan, bahwa Inspektorat SBB tidak profesional dalam menjalankan fungsinya. Ia menduga kalau Inspektorat memperhambat proses penyelidikan dan melindungi kejahatan yang bersarang di Desa-Desa.

“Memang begitu kinerja Inspektorat SBB, kami menilai sangat buruk, pantas saja Desa-Desa di SBB dari sisi manapun tidak maju dan tidak berkembang, padahal tiap tahun ADD/DD otomatis ditransfer, tapi sama saja Desa-Desa di SBB begitu-begitu saja”, kata Lisaholith kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Ia menduga Inspektorat SBB melindungi pelaku korupsi Dana Desa Luhu serta memperlambat Penyelidikan Polres SBB dengan cara perlambat proses hasil audit penyalahgunaan Dana Desa tersebut.

“Bukannya mengawasi kinerja perangkat Desa dan memberantas mafia Dana Desa, malah diduga Inspektorat melindungi perangkat Desa bahkan memperlambat proses penyelidikan atas kasus korupsi Dana Desa Luhu ini,” ungkapnya.

Menurutnya, bukan saja Inspektorat, ia menduga Bupati SBB Asri Arman dalang di balik semua ini, atas keterlambatan proses penyelidikan kasus korupsi Dana Desa Luhu.

“Kami menduga Bupati SBB melindungi Kades Luhu dan staf Desa atas dugaan korupsi dana Desa Luhu. Kami menilai ada unsur politik balas budi atas pencalonan Bupati SBB tahun 2024 lalu,” ujarnya.

Dirinya berharap pihak Polres SBB tetap profesional dalam memberantas mafia Dana Desa di SBB terutama di Desa Luhu serta tidak tebang pilih, ini menyangkut uang rakyat dan kejahatan kelompok yang terstruktur.

“Publik berharap Polres SBB segera tuntaskan mafia Dana Desa Luhu ini, Pasalnya, puluhan miliar Dana Desa Luhu itu tidak tersentuh oleh masyarakat Desa Luhu, melainkan masuk ke kantong kelompok yang bertopeng perangkat Desa. Publik terus mengawal proses penyelidikan kasus korupsi Dana Desa Luhu tersebut,” tutup dia.(DMC-01).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *