DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (7/4/2026).
Rapat yang bertempat di Ballroom Marina Hotel Ambon, ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Inovasi Akademik FPIK dalam Akselerasi Pencapaian Universitas Pattimura sebagai World Class University.”
Rakerpim ini bertujuan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kinerja tahun 2025 sekaligus merumuskan arah kebijakan serta program kerja strategis tahun 2026 yang selaras dengan visi dan misi fakultas maupun universitas.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam arahannya menegaskan pentingnya percepatan akreditasi internasional sebagai fokus utama universitas saat ini. Ia menyebutkan bahwa beberapa fakultas, termasuk FPIK, menjadi motor penggerak dalam proses tersebut.
“Produktivitas menjadi kunci. Tidak cukup hanya menjalankan tugas dan fungsi, tetapi harus menghasilkan capaian nyata yang terukur,” tegas Leiwakabessy.
Rektor juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan yang awalnya direncanakan di luar daerah terpaksa dialihkan ke Ambon akibat kebijakan pembatasan perjalanan dinas. Kebijakan tersebut mencakup pengurangan perjalanan dalam negeri sebesar 50 persen dan luar negeri sebesar 30 persen sesuai arahan kementerian terkait.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kinerja institusi kini diukur melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Keuangan. Fokus kepemimpinan periode 2023–2027 meliputi pengembangan talenta, inovasi, kontribusi kepada masyarakat, serta penguatan integritas dalam membangun wilayah bebas dari korupsi.
Di sektor keuangan, Universitas Pattimura ditargetkan mampu mencapai pendapatan minimal Rp170 miliar per tahun dengan peningkatan kontribusi dari sumber non-APBN. Hal ini menuntut optimalisasi aset, sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha berbasis akademik dan nonakademik.
Rektor juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi audit dari berbagai lembaga, seperti Satuan Pengawas Internal (SPI), Inspektorat, BPKP, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi budaya kerja di seluruh unit.
Sementara itu, Dekan FPIK Unpatti, Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa Rakerpim ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, melakukan evaluasi capaian kinerja tahun 2025, khususnya terkait IKU yang terintegrasi dengan kebijakan universitas dan kementerian.
“Kedua, menyusun program kerja tahun 2026 dengan mempertimbangkan dinamika eksternal serta keterbatasan anggaran. Dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, kita harus menetapkan prioritas pada program strategis, terutama yang mendukung akreditasi internasional,” jelas Dekan.
Ketiga, lanjutnya, memperkuat semangat kerja kolektif dan kolegial dalam seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program kerja.
Dekan juga mengapresiasi capaian kinerja tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan di sejumlah indikator. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur fakultas.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Ke depan, kita harus terus menjaga komitmen, meningkatkan koordinasi, dan memperkuat sinergi,” ujarnya.
Agenda Rakerpim FPIK Unpatti 2026 meliputi pemaparan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2025 oleh Dekan, serta dilanjutkan dengan penyusunan program kerja tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, FPIK Unpatti diharapkan mampu memperkuat tata kelola, mendorong inovasi akademik, serta berkontribusi nyata dalam mendukung Universitas Pattimura menuju perguruan tinggi berkelas dunia.(DMC-01).















