DELIKMALUKU29NEWS.COM,DOBO,–Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 4 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Aru terus berjalan. Hingga Minggu ke-10 periode 14-20 September 2026, realisasi pekerjaan telah mencapai 31,85 persen dari target sebesar 37,71 persen.
Informasi tersebut disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Aru berdasarkan laporan perkembangan proyek yang dikerjakan Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gerbang Multindo Nusantara-PT Graha Fatta.
Proyek PLTS terpadu ini mencakup lima desa, yakni Desa Warialau dengan kapasitas 161,7 kWp, Jambu Air 138,6 kWp, Warabal 138,6 kWp, Lola 77 kWp, dan Karawai 107,8 kWp.
Pembangunan tersebut ditargetkan dapat memperluas akses energi listrik bagi masyarakat di lima desa yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik PLN secara memadai.
Berdasarkan laporan Minggu ke-10, progres di masing-masing lokasi masih menunjukkan perbedaan. Warialau mencapai 36,99 persen dari target 37,88 persen atau deviasi minus 0,89 persen. Jambu Air mencapai 36,69 persen dari target 37,63 persen dengan deviasi minus 0,94 persen.
Sementara itu, Warabal baru mencapai 28,35 persen dari target 38,08 persen atau deviasi minus 9,73 persen. Desa Lola mencapai 26,40 persen dari target 37,47 persen dengan deviasi minus 11,07 persen, sedangkan Karawai mencapai 26,86 persen dari target 37,26 persen atau deviasi minus 10,40 persen.
Secara keseluruhan, proyek mengalami deviasi minus 5,85 persen dari target yang ditetapkan.
Keterlambatan paling signifikan terjadi di Desa Warabal, Lola dan Karawai, terutama pada pekerjaan sipil power house serta pengiriman material menuju lokasi. Pihak KSO pelaksana menyatakan akan melakukan percepatan pekerjaan pada minggu-minggu berikutnya untuk mengejar ketertinggalan.
Pada Minggu ke-10, sejumlah pekerjaan telah dilakukan, antara lain pembersihan dan perataan lokasi di Warialau, pengecoran pondasi dan sloof power house di Warialau, Warabal, Lola dan Karawai, serta galian dan pembesian pondasi mounting modul panel surya (PV).
Selain itu, dilakukan persiapan penyediaan air bersih di Desa Warabal serta pengiriman sejumlah material pendukung, seperti panel PV, tiang jaringan tegangan rendah (JTR), penangkal petir dan perlengkapan penerangan jalan umum (PJU).
Memasuki Minggu ke-11, pekerjaan akan difokuskan pada persiapan dan galian pondasi modul PV, pekerjaan sipil power house, pemeriksaan dan pengiriman modul PV, serta pemeriksaan dan pengiriman shelter power house untuk Desa Lola dan Karawai.
Pekerjaan juga mencakup pemeriksaan dan pengiriman sistem baterai serta elektrikal power house.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Aru, Arman Walay mengatakan pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah bersama Kementerian ESDM dalam memperluas akses listrik berbasis energi baru terbarukan bagi masyarakat kepulauan.
“Pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama Kementerian ESDM untuk memperluas akses listrik dari energi baru terbarukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik PLN secara memadai,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan pembangunan agar proyek dapat diselesaikan sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini agar dapat rampung sesuai target dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Aru juga mengajak masyarakat dan media massa turut mengawal serta mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur energi tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.(DMC-DS).















