DELIKMALUKU29NEWS.COM, DOBO,–Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menghantui Kabupaten Kepulauan Aru.
Sejumlah titik panas (hotspot) dilaporkan muncul di beberapa wilayah seiring musim kemarau panjang yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan Karhutla di ruang kerja Kantor Bupati, Rabu (16/9/2026).
Rakor dipimpin Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Obed Nego Reimialy mewakili Kapolres, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto, Danyonif TP 912/Satria Jargaria Mayor Inf. Desta Dwi Hartanto, Kepala BPBD, Kadis Lingkungan Hidup, serta para pengusaha air tawar se-Kota Dobo.
Dalam rapat tersebut, Bupati Kaidel menetapkan tiga langkah strategis sebagai respons awal menghadapi ancaman Karhutla.
Pertama, Pemkab Kepulauan Aru akan menetapkan status kedaruratan taktis agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Kedua, pemerintah daerah akan mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 dengan menginstruksikan BPBD, BPLH, TNI-Polri, serta aparatur kecamatan dan desa membentuk posko bersama penanggulangan Karhutla.
Ketiga, memastikan ketersediaan logistik air. Kaidel meminta dukungan para pengusaha air tawar di Kota Dobo untuk menjamin pasokan air bagi armada pemadam apabila terjadi kebakaran.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.
“Kita harus mencegah Karhutla sejak dini. Jangan ada lagi pembakaran lahan, karena dampaknya dapat meluas dan membahayakan masyarakat,” tegas Kaidel.
Sementara itu, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto menyatakan kesiapan jajarannya mendukung langkah pemerintah daerah. Lanal Aru akan mengerahkan personel tanggap darurat gabungan, unsur intelijen, serta Posal jajaran untuk memperkuat deteksi dini.
Personel Lanal Aru juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar tidak melakukan pembakaran vegetasi untuk membuka lahan baru.
Di sektor operasional darat, Polres Kepulauan Aru bersama personel Lanal Aru dan Yonif TP 912/Satria Jargaria disiapkan untuk mendukung pengamanan serta pemadaman gabungan di lokasi terdampak.
BPBD dan DLH juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah zona yang dinilai rawan Karhutla sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Dukungan juga datang dari para pengusaha air tawar se-Kota Dobo. Mereka menyatakan siap mengalokasikan cadangan air dari sumur bor serta menyiapkan truk tangki swasta untuk dimobilisasi ke lokasi kebakaran apabila dibutuhkan.
Namun, para pengusaha meminta pemerintah menetapkan titik posko pengisian air agar distribusi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Kolaborasi Pemkab Kepulauan Aru, TNI-Polri, BPBD, DLH, dan pelaku usaha diharapkan memperkuat pencegahan sekaligus mempercepat respons apabila Karhutla terjadi, terutama di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Dobo. (DMC-DS).
















