Example floating
Example floating
Pemerintah

Andar Karepesina : Bangga Miliki Figur Bahlil Lahadalia, Sosok Yang Memahami Dinamika Pembangunan Dari Sejumlah Bidang

199
×

Andar Karepesina : Bangga Miliki Figur Bahlil Lahadalia, Sosok Yang Memahami Dinamika Pembangunan Dari Sejumlah Bidang

Sebarkan artikel ini

DELIKMALUKU29NEWS.COM,JAKARTA,–Indonesia membutuhkan figur-figur yang mampu melihat pembangunan nasional dari berbagai perspektif, bukan hanya dari satu sektor, tetapi juga dari keterkaitan antara investasi, energi, industri, hilirisasi, geopolitik, dan kepentingan ekonomi nasional.

Dalam konteks tersebut, Bahlil Lahadalia Ketua Umum DPP Partai Golkar merupakan salah satu figur yang menarik untuk diperhatikan.

Pengalamannya di bidang investasi dan kebijakan publik, serta perannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menempatkannya pada ruang strategis dalam pembahasan mengenai investasi, energi, hilirisasi, dan ketahanan energi. Kementerian ESDM mencatat Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM sejak 19 Agustus 2024 hingga sekarang.

Di bawah kepemimpinannya, pemerintah terus mendorong hilirisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat ketahanan energi, dan mengembangkan industri di dalam negeri. Pada 2026, Bahlil juga dipercaya memimpin Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.

Sejumlah hasil kajian satgas tersebut kemudian ditindaklanjuti ke tahap implementasi proyek strategis hilirisasi.

Bagi POLAM-INDONESIA, hal yang penting bukan sekadar siapa figur yang berada di ruang kebijakan, tetapi seberapa jauh gagasan, pengalaman, dan perspektif yang dimiliki dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan nilai tambah bagi bangsa dan masyarakat.

Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya alam yang besar, pasar yang luas, serta posisi geopolitik yang strategis.

Karena itu, pembangunan membutuhkan kemampuan membaca perubahan zaman, menjaga kepentingan nasional, sekaligus membuka ruang bagi investasi dan kerja sama global.
Bahlil dalam berbagai kebijakan dan pernyataannya menekankan keterkaitan antara hilirisasi, investasi, ketahanan energi, dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Pada Maret 2026, misalnya, ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong berbagai proyek hilirisasi dan optimalisasi energi domestik sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Agenda tersebut juga terlihat dalam kerja pemerintah pada 2026. Pada September 2026, Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kerja sama energi Indonesia-Rusia dan membawa isu kerja sama energi agar menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional.

Bahlil dan Dinamika Reshufle

Menurut Direktur Eksekutif Politik Anak Muda Indonesia (POLAM-INDONESIA), A. Andar Karepesina, Bahlil merupakan figur yang memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional, khususnya pada sektor energi, hilirisasi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Andar menilai, apabila ukuran evaluasi seorang menteri adalah kinerja, tanggung jawab, dan kontribusi terhadap agenda sektor yang dipimpinnya, maka rekam kerja Bahlil di ESDM perlu dilihat secara utuh dan tidak semata-mata berdasarkan dinamika pemberitaan atau wacana politik mengenai reshuffle.

“Bahlil adalah menteri ESDM yang berbasis pada pengalaman dan agenda kerja. Karena itu, evaluasinya harus diletakkan pada kinerja dan kontribusinya terhadap sektor energi nasional, bukan semata-mata pada tekanan pemberitaan,” ungkap Andar, dalam rilisnya yang diterima Delikmaluku29news.com, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Andar, terdapat sejumlah agenda strategis yang sedang dijalankan Kementerian ESDM, mulai dari hilirisasi, penguatan ketahanan energi, optimalisasi sumber daya domestik, hingga transisi energi. Pemerintah juga masih menempatkan percepatan hilirisasi sebagai salah satu agenda penting pembangunan nasional.

“Kalau kita berbicara tentang masa depan Indonesia, yang harus dikedepankan adalah kemampuan seorang pemimpin menerjemahkan visi besar negara ke dalam kebijakan konkret. Energi, investasi, hilirisasi dan industrialisasi adalah isu yang saling berkaitan dan membutuhkan pemahaman lintas sektor,”ujar Andar.

Ia menambahkan bahwa kritik terhadap pejabat publik merupakan bagian yang wajar dalam demokrasi. Namun, kritik dan evaluasi sebaiknya tetap berbasis pada data, capaian, kebijakan, serta dampak yang dapat diukur.

“Publik tentu memiliki hak untuk menilai. Tetapi negara juga membutuhkan ruang untuk melihat kerja seorang menteri secara objektif. Yang kita perlukan adalah evaluasi berbasis kinerja, transparansi, dan kepentingan nasional,”imbuhnya.

Pada akhirnya, bangga terhadap Indonesia berarti menghargai setiap ikhtiar anak bangsa dalam membangun negeri, sembari tetap membuka ruang bagi kritik, evaluasi, dan perbaikan.

POLAM-INDONESIA percaya bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mampu mengelola, mengolah, dan memperjuangkan nilai tambahnya untuk kepentingan bangsa.

Indonesia membutuhkan keberanian untuk berpikir strategis, bekerja secara nyata, dan menempatkan kepentingan nasional sebagai orientasi utama pembangunan.(DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *