DELIKMALUKU29NEWS.COM,JAKARTA,– Ketua Forum Da’i Muda Provinsi Maluku, Ust. Rizhal F. Umasugi, mengikuti kegiatan Standarisasi Da’i Nasional Angkatan ke-51 yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (DPP JATTI), pada Senin,(2/11/2026), bertempat di Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kegiatan standarisasi ini merupakan bagian dari ikhtiar kelembagaan dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, integritas, serta profesionalitas para pendakwah dalam menjalankan misi dakwah Islam di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam proses seleksi yang dilaksanakan berdasarkan persyaratan dan ketentuan MUI Pusat, Ust. Rizhal F. Umasugi dinyatakan lolos seleksi dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Capaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya dai, sekaligus meningkatkan standar keilmuan dan kapasitas dakwah yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Program standarisasi ini juga menjadi ruang penguatan wawasan keislaman melalui kolaborasi MUI Pusat dan DPP JATTI, yang memiliki jejaring keilmuan dengan para alumni perguruan tinggi Timur Tengah, termasuk Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Bagi Ust. Rizhal, keikutsertaan dalam program tersebut bukan sekadar pencapaian personal, melainkan amanah intelektual dan moral untuk terus memperluas khazanah keilmuan, memperkuat metodologi dakwah, serta menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat, pencerahan, persatuan, dan kemajuan peradaban.
Ia berharap, ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh melalui proses standarisasi tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas dakwah dan pembinaan masyarakat, khususnya di Provinsi Maluku.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat, keluarga, sahabat, dan umat Islam di Maluku. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan kepada katong samua untuk terus berbakti kepada umat, bangsa, dan yang terpenting untuk Bumi Maluku tercinta,” ungkapnya.
Keberhasilan mengikuti tahapan seleksi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuat tradisi keilmuan, serta membangun ekosistem dakwah yang moderat, berwawasan kebangsaan, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
Dakwah pada hakikatnya bukan hanya aktivitas menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga proses membangun kesadaran, membentuk karakter, memperkuat persaudaraan, dan mendorong transformasi sosial. Karena itu, peningkatan kualitas seorang dai merupakan investasi strategis bagi masa depan umat dan peradaban bangsa.
Dari Jakarta untuk Maluku, menguatkan ilmu, menghidupkan dakwah, dan mengabdi untuk kemaslahatan umat.(DMC-DS).















