DELIKMALUKU29NEWS.COM,DOBO,– Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menyoroti mulai lunturnya eksistensi budaya lokal di tengah masyarakat. Salah satu yang paling mencolok adalah bergesernya konsumsi kuliner tradisional seperti sagu dan papeda di desa-desa.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka secara resmi kegiatan Rancangan Awal Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2026 di Dobo, Selasa (3/11/2026).
Agenda strategis ini digagas oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru.
Dalam sambutannya, Timotius Kaidel mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menginisiasi penyusunan dokumen PPKD ini untuk pertama kalinya.
“Ini yang pertama kali, ya? Terima kasih karena sudah menginisiasi hal baik seperti ini,” ujar Kaidel.
Bupati mengungkapkan, fenomena pergeseran budaya ini ia temukan langsung secara nyata saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai desa di wilayah Kepulauan Aru.
“Ada beberapa bidang budaya kita yang sudah mengalami pergeseran. Contoh kecilnya saja dari sisi makanan khas atau tradisional. Kita orang Aru mengaku bahwa makanan pokok kita adalah sagu dan papeda,” kata Kaidel.
“Tapi dalam banyak kunjungan, ketika saya tanya di mana papedanya, masyarakat menjawab sudah tidak ada. Hal sederhana ini menunjukkan bahwa budaya kita dari sisi kuliner sudah bergeser,” lanjutnya.
Orang Nomor Satu di Bumi Jargaria itu kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan negara tetangga, Brunei Darussalam.
Menurutnya, Brunei justru sangat menghargai kuliner berbahan dasar sagu hingga menjadikannya makanan resmi negara.
“Brunei itu punya makanan tradisional yang sama, berbahan dasar sagu. Walaupun di sana dikenal dengan nama Ambuyat, bahan dasar dan cara menyantapnya hampir sama. Malah di Brunei sudah dijadikan sebagai salah satu makanan resmi negara,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan agar kegiatan penyusunan PPKD 2026 ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Harus ada tindak lanjut konkret untuk menghidupkan kembali tradisi lokal yang mulai pudar
Senada dengan Bupati, Ketua Panitia Kegiatan, Menas Kobrua, menyatakan bahwa penyusunan PPKD ini merupakan dokumen krusial yang sejalan dengan program prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dalam pelestarian budaya.
“Kita harus bangga dengan kebudayaan sendiri agar tidak punah. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk tetap menjaga, menggali, melestarikan, dan menghidupkan seluruh aspek kebudayaan kita,” tegas Menas Kobrua.
Menas menambahkan, perlindungan ini tidak hanya menyasar sektor kuliner saja, melainkan seluruh kekayaan daerah yang mencakup kesenian, bahasa, hingga busana adat khas Aru.(DMC-DS).















