DELIKMALUKU29NEWS.COM,DOBO,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan rancangan awal penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai langkah untuk memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menggali serta mendokumentasikan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Kepulauan Aru, termasuk tradisi, adat istiadat, bahasa daerah, kesenian, pengetahuan tradisional, dan berbagai warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Bupati kepulauan Aru Timotius Kaidel dalam sambutannya sekaligus membuka dengan resmi kegiatan tersebut mengatakan,
kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang kita jaga sebagai pajangan sejarah. Namun Kebudayaan adalah fondasi identitas, jati diri, sekaligus pemandu arah pembangunan masa depan bangsa, tak terkecuali bagi kabupaten kepulauan aru yang kita cindai ini.
Kaidel menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Aru dikenal memiliki keragaman budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Karena itu, upaya pendataan dan penyusunan dokumen kebudayaan daerah dinilai penting untuk memastikan kekayaan budaya tersebut tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang
“Bumi jargaria dianugerahi kekayaan tradisi, adat istiadat, bahasa, kesenian, dan nilai-nilai kearifan lokal yang luar biasa unik dan tak ternilai harganya. Sesuai dengan amanat undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, kita dituntut untuk melakukan langkah-langkah strategis melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap objek pemajuan kebudayaan daerah,” ujar Bupati Kaidel.
Orang nomor satu di Bumi Jargaria itu mengaku, penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah tidak hanya berorientasi pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pengembangan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Untuk itu dengan adanya dokumen PPKD, pemerintah daerah diharapkan memiliki arah kebijakan yang lebih jelas dalam mendukung keberlangsungan tradisi, menjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kepulauan Aru kepada masyarakat luas.
Oleh karena itu, lanjut Kaidel, Penyusunan rancangan awal PPKD tahun 2026 ini menjadi momentum yang sangat mendasar. Dokumen PPKD ini nantinya akan menjadi rujukan dan landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan kebudayaan yang terintegrasi, komprehensif, dan berkelanjutan di kabupaten kepulauan aru.
“Tantangan arus globalisasi dan modernisasi saat ini menuntut kita untuk bergerak cepat namun tetap cermat. Kita tidak boleh membiarkan nilai-nilai luhur adat istiadat kita tergerus zaman. Sebaliknya, kita harus mampu menempatkan kebudayaan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat, misalnya melalui sinergi kebudayaan dengan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal,” Kata Kaidel.
Kaidel berharap Penyusunan PPKD diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan kebudayaan yang terarah, terencana, dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masyarakat setempat.
“Saya berharap, melalui forum rancangan awal ini, seluruh pemangku kepentingan mulai dari jajaran pemerintah, lembaga adat, para budayawan, hingga generasi muda dapat memberikan kontribusi pemikiran, gagasan, dan data yang akurat. Selain itu saya juga berharap tim penyusun dan OPD terkait, pastikan dokumen rancangan awal ini disusun dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara partisipatif, bottom-up, dan benar-benar mencerminkan realitas budaya yang hidup di tengah masyarakat kepulauan aru dari godor jurin sampai surun toi-tοi,” harap Kaidel.
Mengakhiri sambutannya, Kaidel menyampaikan apresiasi dan penghargaan serta ucapan Terima kasih kepada dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Kepulauan Aru yang telah memfasilitasi jalannya for tersebut,
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten kepulauan aru serta seluruh panitia yang telah memfasilitasi jalannya forum ini. terima kasih juga saya sampaikan kepada para narasumber, tokoh adat dan budayawan yang terus konsisten menjadi garda terdepan penjaga marwah budaya masyarakat jargaria tercinta,” pungkasnya. (DMC-DS).















