DELIKMALUKU29NEWS.COM, AMBON,–Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mendorong Politeknik Negeri Ambon (Polnam) untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam menghadirkan inovasi yang dapat menjawab berbagai persoalan perkotaan.
Hal tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon, yang berlangsung di Kampus Polnam, Senin (5/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Bodewin secara khusus menyoroti kolaborasi Pemkot Ambon bersama Polnam dan Universitas Katolik Soegijapranata dalam pengembangan mesin pengolah sampah terpadu.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi bukan hal baru. Sejumlah kolaborasi sebelumnya telah dilakukan di beberapa wilayah, termasuk Desa Tawiri dan Negeri Rutong.
“Beberapa tahun yang lalu katong sudah membuat banyak kerja sama. Bahkan saat ini bersama Universitas Katolik Soegijapranata dan Polnam, katong sementara berupaya melakukan inovasi soal mesin pengolah sampah,” kata Bodewin.
Ia menilai persoalan sampah sering dianggap sederhana, namun apabila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, dapat berkembang menjadi persoalan besar bagi masyarakat dan lingkungan.
Karena itu, Bodewin berharap Polnam mampu menghasilkan mesin pengolah sampah yang dapat digunakan secara terpadu hingga tingkat RT/RW.
“Kalau ini berhasil, maka akan menjadi legacy karya Politeknik Negeri Ambon yang nantinya bisa direplikasi oleh daerah lain,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, Bodewin mengatakan Pemkot Ambon terbuka memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk menangani sejumlah persoalan perkotaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah kemacetan, banjir, penataan kawasan kumuh, pengembangan Ambon Smart City, hingga penguatan UMKM.
“Kita tidak bisa lagi menonjolkan ego sektoral. Kita harus membangun lebih banyak laboratorium kolaborasi dan saling mengisi kelebihan maupun kekurangan demi kemajuan Kota Ambon,” tegasnya.
Bodewin juga menilai tema Dies Natalis ke-39 Polnam, “Polnam Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, dan Berdaya Saing”, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat, termasuk kemajuan kecerdasan buatan (AI), serta tantangan perubahan iklim menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Ia berharap lulusan Polnam tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata melalui keterlibatan mereka di dunia kerja maupun pembangunan daerah.
“Lulusan Polnam tidak hanya dituntut memiliki kompetensi yang relevan, tetapi juga harus berdampak, artinya mampu terserap di dunia kerja, eksis dan memiliki daya saing yang tinggi,” jelasnya.
Bodewin turut menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Polnam yang telah menjadi salah satu institusi pendidikan vokasi penting di Maluku sejak didirikan pada 5 Oktober 1987.
Memasuki usia 39 tahun, menurutnya, Polnam berada pada fase yang produktif untuk semakin memperkuat kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“Usia 39 tahun ini adalah usia yang sangat produktif. Sebagai perguruan tinggi vokasi pertama di Maluku, Polnam memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyiapkan SDM unggul dan berkualitas yang mampu menjawab tantangan dunia kerja serta berkontribusi bagi pembangunan Maluku dan Kota Ambon,” pungkasnya.(DMC-DS).















