DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Manajemen Java United FC, yang sebelumnya bernama Malut United FC, angkat bicara soal alasan di balik perubahan identitas dan perpindahan markas klub dari Ternate, Maluku Utara, ke Semarang, Jawa Tengah.
Presiden klub, Sofyan Lestaluhu, menegaskan perubahan nama ini bukan berarti klub meninggalkan Maluku Utara begitu saja. Pemilik klub memutuskan mempertahankan seluruh aset yang telah dibangun di Kota Ternate, sebagai bentuk komitmen terhadap daerah yang selama ini menjadi rumah pertama klub.
Manajemen turut menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat serta stakeholder sepak bola Maluku Utara sejak Malut United FC berdiri pada 2023 hingga kini.
“Maluku Utara akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kami,” tegas manajemen dalam keterangannya.
Sofyan menambahkan, perubahan identitas menjadi Java United FC bukan dimaksudkan sebagai titik akhir perjalanan klub, melainkan babak baru untuk bertumbuh menjadi semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Perubahan ini dipandang sebagai perwujudan yang lebih besar dari visi dan misi klub terhadap pengembangan sepak bola nasional.
“Perubahan ini bukan akhir, melainkan perwujudan yang lebih besar dari visi misi klub terhadap pengembangan sepak bola nasional,” kata Sofyan.
PSSI sendiri telah menyetujui perubahan nama dan domisili klub ini melalui agenda Kongres Biasa yang digelar Senin (3/8/2026). Markas dan pusat operasional tim yang sebelumnya berada di Ternate resmi berpindah ke Semarang, dengan Stadion Jatidiri sebagai kandang baru sepanjang kompetisi musim 2026-2027.
Perpindahan ini turut mencakup pemindahan fasilitas training ground, yang menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini lewat program Akademi Merah Putih. Akademi ini digarap bekerja sama dengan klub asal Portugal, SL Benfica, dengan metode pembinaan terstruktur yang berfokus pada pengembangan karakter anak. Program ini dikhususkan bagi anak yatim piatu dan dari keluarga tidak mampu berusia 7-9 tahun, dengan target mencapai 150 anak, dan seluruh prosesnya tidak dipungut biaya.
Sofyan menegaskan kehadiran tim di Jawa Tengah bukan untuk mengambil alih tempat klub mana pun. “Java United hadir untuk berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola nasional,” ujarnya.
Klub kini diusung dengan julukan baru, “Laskar Kepodang Emas”, terinspirasi dari burung kepodang emas yang menjadi ikon Jawa Tengah. Julukan ini diharapkan mencerminkan klub yang berakar kuat pada identitas lokal barunya, sekaligus membawa tekad untuk terus bertumbuh dan bersaing di level tertinggi.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan seluruh stakeholder sepak bola di Jawa Tengah untuk bersatu membangun masa depan sepak bola nasional yang lebih baik dan berprestasi,” tutur Sofyan.
Meski demikian, dengan seluruh aset yang tetap dipertahankan di Ternate, manajemen memastikan jejak dua musim perjalanan Malut United FC di Maluku Utara tidak akan hilang begitu saja dari sejarah klub.(DMC-DS).















