DELIKMALUKU29NEWS.COM,BANDANEIRA,-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura (FKIP Unpatti) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Mengabdi Bersama Alumni”, sebanyak 75 mahasiswa dan 11 dosen diterjunkan ke Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, dari 14–18 Juli 2026, menghadirkan berbagai program edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Setibanya di Kepulauan Banda, rombongan dosen dan mahasiswa disambut Pemerintah Kecamatan Banda Neira dan secara resmi dibuka Camat, Dra. R. A. Handayani Hassannusi.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran civitas akademika Unpatti.
Dalam sambutannya, Camat Banda, Handayani Hassannusi menilai kegiatan pengabdian tersebut bukan sekadar agenda akademik, tetapi menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Pattimura, khususnya PGSD FKIP, yang telah memilih Banda sebagai lokasi pengabdian. Kehadiran dosen, mahasiswa dan alumni diharapkan memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat di Kecamatan Banda,” ungkapnya.
Ketua Tim PKM, Dr. Samuel P. Ritiauw, menjelaskan, pengabdian tahun ini dirancang lebih komprehensif dengan memadukan aspek pendidikan, pelestarian lingkungan, budaya, hingga penguatan karakter peserta didik.
Selama lima hari pelaksanaan, tim menggelar enam program utama yang saling terintegrasi, yakni Kalesang Banda, gerakan edukasi dan aksi peduli lingkungan berbasis kearifan lokal untuk membangun kesadaran masyarakat menjaga Banda tetap bersih dari sampah; Seminar Pendidikan bertema “Membumikan Deep Learning, Menggali Potensi Lokal dan Karakter Kepulauan dalam Pembelajaran Mendalam” yang menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Rusly, S.Pd., M.Sc sebagai narasumber utama serta sambutan dari Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. I.H. Wenno, M.Pd.
Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar, kunjungan dan sosialisasi ke sekolah, termasuk kampanye pencegahan perundungan melalui program “Aku Sahabatmu, Bukan Musuhmu”, Festival Seni PGSD 2026 sebagai ruang ekspresi budaya mahasiswa, hingga Banda Heritage Learning Expedition, wisata pendidikan yang mengajak peserta menelusuri sejarah Banda untuk memperkuat identitas, nasionalisme, dan profesionalisme calon guru sekolah dasar.
Ritiauw menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar bersama masyarakat, memahami karakter daerah kepulauan, sekaligus menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pendidikan dan lingkungan.
“Pengabdian ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa belajar hidup bersama masyarakat, memahami potensi lokal, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Banda,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FKIP, Prof. Dr. I. H. Wenno, M.Pd., menegaskan, PKM ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan akademik FKIP dalam mencetak guru profesional yang mampu menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak cukup dibangun di ruang kuliah, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran langsung perguruan tinggi di daerah-daerah, terutama kawasan kepulauan seperti Banda yang memiliki kekayaan sejarah, budaya dan potensi lokal yang sangat besar sebagai sumber belajar.
“Kegiatan pengabdian seperti ini harus terus ditingkatkan. FKIP Unpattii memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas hingga ke wilayah kepulauan, sekaligus membangun karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang peduli, inovatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, sekolah-sekolah serta alumni yang turut terlibat dalam berbagai program. Kolaborasi antara kampus, pemerintah kecamatan, alumni dan masyarakat menjadi bukti bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan pendidikan, pelestarian lingkungan serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya di Kepulauan Banda.(DMC-DS).















