Example floating
Example floating
Polri

Kapolresta Ambon Temui Pelaku Usaha, Sopir Serta Pengurus ALFI/ILFA, Bahas Keluhan Ekspedisi dan Distribusi Barang

45
×

Kapolresta Ambon Temui Pelaku Usaha, Sopir Serta Pengurus ALFI/ILFA, Bahas Keluhan Ekspedisi dan Distribusi Barang

Sebarkan artikel ini

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,- Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugraha menggelar kegiatan Bacarita Kamtibmas bersama pelaku usaha ekspedisi, sopir, serta pengurus Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) di Kota Ambon, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon tersebut berlangsung di Jonbek Cafe, kawasan Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha logistik dalam mendukung kelancaran distribusi barang di Kota Ambon.

Kapolresta Ambon mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga untuk mengetahui secara langsung berbagai kendala yang dihadapi pihak ekspedisi dalam menjalankan aktivitasnya.

“Memang ada beberapa keluhan, baik terkait jam operasional maupun lalu lintas. Banyak permasalahan yang memang harus dibenahi dan ini membutuhkan kerja sama bersama,” ujar Kombes Pol.Andrias.

Orang Nomor Satu di Mapolresta Ambon itu mengaku, persoalan distribusi barang tidak dapat diselesaikan oleh kepolisian sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon, Pelindo, KSOP, serta para pelaku usaha ekspedisi.

Ia berharap, melalui dialog tersebut, berbagai persoalan yang disampaikan dapat segera dicarikan solusi sehingga aktivitas distribusi barang sebagai salah satu penunjang perekonomian di Kota Ambon dapat berjalan lebih lancar.

“Bukan hanya kepolisian, tetapi juga Pemerintah Kota Ambon dan pihak-pihak terkait lainnya. Kita harus duduk bersama untuk mencari solusi,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan turut disampaikan pelaku usaha ekspedisi. Salah satunya kondisi kabel yang melintang di sejumlah ruas jalan yang dinilai berpotensi menghambat perjalanan kendaraan pengangkut barang.

Selain itu, pelaku usaha juga menyoroti persoalan operasional di kawasan pelabuhan, termasuk keterbatasan waktu bagi kendaraan pengangkut kontainer.

Kapolresta mengatakan, pihaknya akan mengomunikasikan persoalan tersebut dengan instansi terkait, termasuk kemungkinan pemberian dispensasi jam operasional kontainer pada siang hari dalam kondisi tertentu.

Sementara itu, salah satu pengurus ALFI/ILFA, Dony de Fretes, mengapresiasi pertemuan yang digelar bersama kepolisian dan pemangku kepentingan tersebut.

Menurut Dony, dialog seperti ini telah lama dinantikan para pelaku usaha logistik karena menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Pertemuan ini sudah cukup lama kami harapkan dan nantikan. Selain untuk membangun silaturahmi, kami juga bisa menyampaikan berbagai informasi dan keluhan, baik dari pengelola pelabuhan maupun teman-teman ekspedisi,” kata Dony.

Ia mengungkapkan, pelaku usaha ekspedisi kerap menghadapi penundaan operasional, terutama pada malam hari, akibat berbagai kebijakan maupun persoalan teknis di kawasan pelabuhan.

Dony menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan diteruskan ALFI/ILFA kepada pengurus di tingkat pusat.

Ia juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi barang karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kota Ambon dan Pulau Ambon. Menurutnya, setiap hambatan dalam proses distribusi dapat meningkatkan biaya operasional yang pada akhirnya berdampak terhadap harga jual barang.

“Kalau ada hambatan, biayanya menjadi tinggi. Itu tentu berpengaruh kepada harga jual. Tiba-tiba beras naik, cabai naik, karena biaya produksi dan distribusi merupakan bagian dari pengeluaran yang besar,” jelasnya.

Dony berharap pertemuan tersebut dapat mendorong perubahan pola pikir dan kebijakan dalam melihat persoalan transportasi serta distribusi barang di Kota Ambon.

Ia menilai pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Ambon tidak sebanding dengan perkembangan infrastruktur jalan. Karena itu, diperlukan kebijakan baru yang dapat memberikan kemudahan bagi kendaraan pengangkut kontainer dari pelabuhan menuju gudang atau tempat tujuan.

“Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru yang mempermudah akses teman-teman membawa kontainer dari pelabuhan ke gudang, sehingga bisa mengurangi biaya yang pada akhirnya juga meringankan beban para pedagang,” pungkasnya.(DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *