DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Universitas Pattimura melalui Senat Universitas menggelar rapat kerja periode 2026-2030 dengan fokus membahas program kerja tahun anggaran 2026-2027, termasuk evaluasi program studi yang minim peminat serta penguatan kurikulum sebagai fondasi utama pendidikan tinggi.
Rapat kerja berlangsung di Ruang Senat Universitas Pattimura, Selasa (12/5/2026), dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, anggota senat, serta para wakil rektor yang memaparkan berbagai persoalan strategis dan langkah penanganannya selama periode 2025-2026.
Rektor Fredy Leiwakabessy menegaskan momentum rapat kerja menjadi langkah strategis untuk membangun Unpatti secara kolektif dan terintegrasi.
“Kita harus berpikir secara kolektif dan komprehensif dalam membangun universitas. Selama ini kita sering terjebak dalam ego sektoral, ego unit, bahkan ego pribadi, padahal kita memiliki potensi besar jika bergerak bersama,” kata Leiwakabessy dalam sambutannya.
Menurut Rektor, senat universitas memiliki peran penting dalam menentukan arah pengembangan perguruan tinggi, mulai dari menetapkan kebijakan akademik, norma dan etika akademik, hingga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Ia mengatakan seluruh tugas strategis tersebut harus dijalankan secara terkoordinasi melalui tujuh komisi senat yang telah dibentuk.
Dalam forum itu, Rektor juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap sejumlah program studi yang mengalami penurunan jumlah mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita jangan hanya fokus membuka program studi baru, tetapi juga harus berani mengevaluasi program studi yang peminatnya sangat sedikit. Ini perlu kajian serius demi keberlanjutan institusi,” tegasnya.
Selain evaluasi program studi, penguatan kurikulum juga menjadi perhatian utama. Leiwakabessy menilai kurikulum merupakan inti dari seluruh proses pendidikan tinggi sehingga harus didukung tata kelola, sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga penganggaran yang memadai.
“Kalau kurikulum tidak dibenahi, maka standar-standar lainnya juga akan sulit berkembang. Kurikulum adalah fondasi utama dari seluruh proses akademik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan adanya penilaian positif dari mahasiswa terkait kedisiplinan dosen dalam proses belajar mengajar saat kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ke kampus Unpatti.
Mahasiswa menyampaikan bahwa dosen-dosen Unpatti rajin mengajar di kelas. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh dosen mulai terlihat hasilnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Senat Tonny D. Pariela menyebut rapat kerja tersebut menjadi forum strategis untuk menyepakati program kerja tahun 2026 sekaligus merencanakan agenda 2027 secara kolektif.
“Rapat kerja ini sangat penting dan bernilai strategis karena menjadi forum representatif untuk menyepakati dan mengambil keputusan tentang apa yang akan kita lakukan sepanjang tahun 2026 serta merencanakan tahun 2027,” ujar Pariela.
Menurutnya, forum resmi senat tetap diperlukan sebagai bagian dari mekanisme kelembagaan dalam pengambilan keputusan akademik dan organisasi, meski universitas sebelumnya telah melaksanakan rapat kerja tingkat institusi.
Pariela menambahkan, rapat kerja tersebut juga menjadi upaya penyesuaian terhadap siklus perencanaan universitas agar penyusunan program pada tahun mendatang lebih terintegrasi dengan agenda institusi.
Ia menegaskan Senat Universitas Pattimura berkomitmen memperkuat tata kelola akademik melalui optimalisasi fungsi komisi-komisi senat guna mendukung kerja kelembagaan yang lebih produktif. (DMC-DS).















