DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Rektor Uniersitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menghadiri acara Launching Virtual Forum Komunikasi (FORKOM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri se-Indonesia, Selasa (7/7/2026).
Ketua Umum FORKOM FKIP se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, M.Si., bersama 33 Dekan FKIP Universitas Negeri seluruh Indonesia turut menghadiri kegiatan dimaksud secara daring.
Sementara Dekan FKIP, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, M.Pd., Ketua PPG Unpatti Dr. Agust Ufie, M.Pd., para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, para dosen dan tenaga kependidikan FKIP Unpatti mengikuti secara langsung di Aula Lantai II Gedung Rektorat Unpatti.
Dengan mengusung tema: “Baku Kele, Toma Maju, Harmony in Diversity,” semangat kolaborasi dunia kependidikan dari 34 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Negeri se-Indonesia membuktikan bahwa perbedaan hanya akan meniscayakan pembangunan sumber daya dan tenaga kependidikan. Sebab kolaborasi adalah tonggak persatuan menuju cita-cita pembangunan di bidang pendidikan.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, mengakui FORKOM FKIP se-Indonesia adalah momentum bersejarah, dimana FKIP Unpatti diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksana.
Tentunya, kata Rektor, ini merupakan sebuah tanggung jawab yang harus diselenggarakan dan dilakukan dengan sebaik mungkin, dengan memanifestasikan seluruh potensi yang dimiliki oleh universitas untuk keberhasilan penyelenggaraan, keberhasilan program dan mendapatkan hasil atau dampak yang sesuai dengan ide dan gagasan dalam sejarah pembentukan FORKOM itu sendiri.
Menurut Rektor, dalam pengembangan perguruan tinggi dewasa ini yang ada adalah perubahan dari paradigma kompetitif ke paradigma kolaborasi.
“Kesatuan aksi kita dalam semangat kolaborasi itulah yang paling mendasar. FORKOM FKIP se-Indonesia adalah satu wadah untuk memperkuat kolaborasi, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan di Tanah Air,” ingatnya.
Bagi Rektor, tema “Baku Kele, Toma Maju, Harmony in Diversity” menunjukkan semangat untuk terus berkolaborasi maju, menjaga hubungan di tengah keberagaman.
“Saya yakin sungguh, dengan tema ini, kita semakin berdampak besar dan bisa memberikan solusi terhadap permasalahan pendidikan di Maluku. FKIP hadir untuk melahirkan guru-guru, tenaga kependidikan yang profesional. Pada waktunya, Indonesia akan menjadi negara besar, dan permasalahan di bidang pendidikan menjadi sesuai yang penting untuk menyiapkan sumber daya serta tenaga kependidikan yang lebih profesional,” tutup Leiwakabessy.
Sementara itu, Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, S.Pd., M.Pd., mengawali sekapur sirih dengan menyentil tema yang diangkat lewat FORKOM FKIP se-Indonesia. “Tema ini menarik, singkat pemahaman dan maknanya sangat mendalam. Bahwa keberagaman dalam kebersamaan lewat semangat Baku Kele, Toma Maju, menjadi spirit untuk terus melangkah maju dalam kolaborasi di dunia kependidikan,” ucapnya.
Hari ini, kata Prof. Wenno, gelaran FORKOM FKIP se-Indonesia dibuka. Puncak pelaksanaan akan berlangsung pada 5-8 November 2026. Berbagai kegiatan tengah disiapkan dan akan dilakukan yaitu: debat bahasa inggris, musikalisasi puisi, mikro teaching, lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional, dan sejumlah kegiatan lainnya.
“Kami berharap seluruh peserta khususnya para dekan FKIP yang tergabung dalam FORKOM FKIP se-Indonesia bisa hadir dan berpartisipasi langsung pada puncak pelaksanaan kegiatan di kota musik, kampus orang basudara,” kuncinya.
Ketua Umum FORKOM FKIP se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan agenda tahunan, melainkan ruang strategis, menyatukan gagasan, serta mampu mencerdaskan transformasi pendidikan guru di Indonesia.
Menurutnya, persoalan tenaga kependiikan cukup kompleks dan perkembangan masyarakat menuntut lulusan tidak hanya menguasai akademik, akan tetapi kreatifitas, kemampuan kolaborasi, kepribadian terhadap keberagaman itulah yang paling utama.
Tujuan FORKOM FKIP ini adalah memperkuat sinergi dan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam memajukan mutu pendidikan dan mencetak calon guru profesional di Indonesia.
“FKIP harus mampu melahirkan tenaga pendidik yang terus bertransformasi di tengah perkembangan zaman dan mampu berkembang menjadi ekosistem dalam kolaborasi nasional maupun global,” pungkasnya.(DMC-DS).















