DELIKMALULU29NEWS.COM,AMBON,–Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Maluku, sekaligus memperkuat peran keluarga dan tokoh agama dalam melindungi generasi muda dari narkoba, kekerasan, pergaulan bebas, hingga dampak negatif penggunaan teknologi dan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat melaksanakan Safari Kamtibmas di Gereja Efrata Pandan Kasturi, Ambon, Minggu (20/9/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIT tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Maluku membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan tokoh agama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Kapolda Maluku mengatakan, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Maluku. Sampai saat ini Maluku dalam keadaan aman dan damai, dan kondisi ini tidak terlepas dari tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat,” kata Dadang.
Menurutnya, keamanan sering kali baru dirasakan nilainya ketika terjadi gangguan. Ketika situasi kamtibmas terganggu, berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pekerjaan, perekonomian hingga kegiatan ibadah, dapat ikut terdampak.
Karena itu, Kapolda mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan maupun informasi yang berpotensi memicu konflik.
“Perbedaan boleh, tetapi segala sesuatu dapat diselesaikan dengan baik. Jangan memperbesar perbedaan di antara kita. Kita harus bersatu padu dan tidak mudah terprovokasi sampai terpecah belah,” tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran informasi di media sosial yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
Menurutnya, setiap konten mengenai gejolak kamtibmas yang langsung dibagikan atau diviralkan tanpa mempertimbangkan kebenaran dan dampaknya dapat membentuk persepsi negatif terhadap Maluku.
Kondisi tersebut, kata dia, bukan hanya berpotensi mengganggu keamanan, tetapi juga dapat berdampak terhadap sektor pariwisata dan investasi daerah.
“Kalau ada gejolak kamtibmas, kita harus waspadai. Jangan sampai informasi yang belum tentu benar kemudian kita sebarkan dan viralkan sehingga memberikan gambaran bahwa Maluku tidak aman. Dampaknya bisa besar, orang enggan datang berkunjung dan investor juga bisa enggan berinvestasi,” ujarnya.
Selain menjaga keamanan lingkungan, Kapolda menekankan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk penggunaan artificial intelligence dan media sosial.
Ia mengingatkan bahwa teknologi memiliki manfaat besar, namun juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak dan tanpa pengawasan.
Kapolda meminta orang tua, tokoh agama dan masyarakat memperkuat pembinaan terhadap anak-anak sejak dari lingkungan keluarga.
“Mari kita bersama-sama menjaga anak-anak kita, karena mereka adalah penerus bangsa dan negara. Yang bisa kita lakukan adalah memperkuat pembinaan iman dan takwa, serta mendorong anak-anak untuk rajin belajar. Jangan sampai waktu kosong mereka diisi dengan pergaulan bebas, balap liar atau hal-hal yang dapat membawa mereka pada pelanggaran hukum,” tutur Dadang.
Kapolda juga menyoroti persoalan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa Polda Maluku tidak akan memberikan toleransi terhadap personel Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Narkoba memiliki dampak yang sangat buruk bagi generasi muda. Bahkan jika ada personel Polri yang terlibat, tidak ada toleransi. Akan kami tindak tegas sesuai ketentuan, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat apabila terbukti melakukan pelanggaran berat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menekankan persoalan kekerasan sebagai salah satu tantangan kamtibmas yang perlu mendapat perhatian bersama.
Ia menyebut kekerasan, baik kekerasan fisik maupun seksual, tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga dapat muncul di lingkungan keluarga dan antarwarga.
Karena itu, menurut Kapolda, keluarga harus menjadi sasaran utama dalam upaya pencegahan dan pembinaan.
“Kita harus menjaga kehidupan keluarga tetap kondusif. Parenting harus diperkuat, karena kalau tidak kita lakukan dari sekarang, dampaknya dapat menyebabkan kerusakan generasi yang lebih buruk,” katanya.
Ketua Majelis Jemaat GPM Efrata Pandan Kasturi Pdt. Albert Joris bersama Pendeta Jemaat Pdt. Inggrid Maitimu menyambut baik kunjungan Kapolda Maluku tersebut.
Pdt. Inggrid Maitimu mengatakan, kehadiran Kapolda bersama jajaran Polda Maluku menjadi sukacita bagi jemaat sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan gereja dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan Safari Kamtibmas ini. Mewakili Jemaat GPM Efrata Pandan Kasturi, kami merasa sukacita besar menerima kehadiran Bapak Kapolda Maluku. Kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama untuk menjaga keamanan, kedamaian dan kehidupan masyarakat,” ujar Pdt. Inggrid.
Ia berharap komunikasi antara gereja, kepolisian dan masyarakat dapat terus diperkuat, terutama dalam membangun pembinaan keluarga dan generasi muda.
Safari Kamtibmas tersebut juga memiliki kedekatan tersendiri bagi Kapolda karena Gereja Efrata berada tidak jauh dari Markas Komando Polda Maluku maupun kediaman dinas Kapolda.
Dadang menyampaikan apresiasi kepada Jemaat GPM Efrata yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada jemaat, termasuk personel Polda Maluku dan keluarga yang beribadah di gereja tersebut.
Dalam upaya memperkuat pelayanan publik, Kapolda juga mengingatkan masyarakat bahwa Polda Maluku membuka ruang komunikasi dan pengaduan bagi masyarakat.
Kapolda menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyampaikan keluhan melalui nomor layanan Aduan Kapolda Maluku maupun kanal media sosial resmi Polda Maluku.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, mengatakan Safari Kamtibmas merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi, pencegahan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas.
“Pesan utama yang disampaikan Kapolda adalah bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah konflik, kekerasan, penyalahgunaan narkoba serta berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu kamtibmas,” kata Rositah.
Menurutnya, gereja dan rumah tangga memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Karena itu, Polda Maluku mendorong agar pesan-pesan kamtibmas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diteruskan dalam kehidupan keluarga, lingkungan sosial dan ruang digital.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan segera melaporkan apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan. Polda Maluku berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat,” ujarnya.
Rositah menambahkan, sinergi antara kepolisian dan tokoh agama merupakan kekuatan penting dalam menjaga Maluku tetap aman dan damai.
“Kedamaian Maluku adalah modal bersama. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan dengan komunikasi, kebersamaan dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan maupun tindakan yang dapat memperbesar konflik,” tegasnya.
Kegiatan Safari Kamtibmas Kapolda Maluku di Gereja Efrata Pandan Kasturi berlangsung aman dan lancar. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Jemaat GPM Efrata Pdt. Albert Joris, Pendeta Jemaat Pdt. Inggrid Maitimu, Kabid Propam Polda Maluku, Kabid Humas Polda Maluku, Majelis Jemaat GPM Efrata Pandan Kasturi, jemaat serta personel Bidang Humas dan Bidang Propam Polda Maluku.
Melalui Safari Kamtibmas tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus membangun keamanan berbasis kemitraan dengan masyarakat, memperkuat peran tokoh agama dan keluarga, serta menjaga ruang sosial dan digital agar tetap menjadi ruang yang sehat bagi kehidupan masyarakat dan tumbuh kembang generasi muda.(DMC-DS).
















