Example floating
Example floating
Parlemen

Serap Aspirasi Warga Kezia-Waihaong Lewat Reses Persidangan III, Desy Hallauw : Banyak Sekali Kebutuhan Warga Perlu Atensi dan Kolaborasi Pemerintah Kota

74
×

Serap Aspirasi Warga Kezia-Waihaong Lewat Reses Persidangan III, Desy Hallauw : Banyak Sekali Kebutuhan Warga Perlu Atensi dan Kolaborasi Pemerintah Kota

Sebarkan artikel ini
Tampak, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Amhon Desy K Hallauw S.H.,M.H.,tatap muka langsung dengan warga dua lokasi di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Wakil Ketua komisi II DPRD Kota Ambon, Desy Kosita Hallauw, S.H., M.H., kembali melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan III Tahun 2025/2026.

Desy K Hallauw reses di kawasan RT 001/RW 002,Kelurahan Waihaong.

Reses ini berlangsung di dua lokasi, pertama, Sabtu (29/8), di Jemaat Kezia, Kudamati, Kota Ambon, kedua di RT 001/RW 002, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Minggu (30/8), yang dihadiri sekitar 150 warga.
Diketahui, agenda reses ini bertujuan untuk menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Desy K Hallauw Reses dengan warga Jemaat GPM Kezia, Kudamati.

Hallauw, yang merupakan anggota DPRD Fraksi Partai Golkar ini sendiri, merupakan Srikandi Parlemen Belakang Soya yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Nusaniwe.

Saat hari pertama tatap muka bersama warga Jemaat Kezia, ia bertemu langsung unsur Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), para pengasuh Sekolah Minggu Taman Pendidikan Injil (SMTPI), serta sebagian warga jemaat. Kalau di RT 001/RW 002, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniw, ia didatangi langsung sekitar 150 warga.

Kedua agenda tersebut menjadi momentum bagi Desy Hallauw untuk turun langsung menemui masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus menampung aspirasi yang nantinya dapat diperjuangkan melalui lembaga DPRD Kota Ambon maupun dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon.

Dalam reses yang berlangsung di Jemaat Kezia Kudamati, aspirasi yang disampaikan masyarakat lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan pembangunan gereja, kebersihan lingkungan, penerangan jalan, kegiatan kepemudaan, pelayanan SMTPI, serta dukungan terhadap sejumlah agenda penting gerejawi.

Tampak unsur AMGPM dan para pengasuh SMTPI menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang pelayanan di lingkungan jemaat.

Beberapa aspirasi yang menjadi perhatian antara lain pembangunan gereja, penyediaan tempat sampah di lingkungan, lampu penerangan jalan, serta perhatian terhadap pelaksanaan hari-hari besar gereja yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.Di antaranya, masyarakat meminta perhatian terhadap rangkaian kegiatan HUT GPM, HUT AMGPM, HUT SMTPI, serta HUT Jemaat dan Gereja Kezia.

Selain itu, para pengasuh SMTPI turut menyampaikan kebutuhan alat dan perlengkapan peraga yang dapat mendukung proses pembelajaran serta pelayanan kepada anak-anak SMTPI.

Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dan mendapat dukungan sesuai dengan ketentuan serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Usai tatap muka dengan jemaat Kezia, besok harinya, Ketua Depicab SOKSI Kota Ambon itu,kembali tancap gas menuju kawasan RT 001/RW 002, Kelurahan Waihaong.
Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat. Warga menilai kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap konstituen, khususnya masyarakat di daerah pemilihannya.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan air bersih, tenda untuk kebutuhan RT, pembangunan zebra cross atau fasilitas penyeberangan warga, serta lampu penerangan jalan.

Selain itu, masyarakat turut menyampaikan aspirasi terkait Posyandu Lansia serta perhatian terhadap pendidikan, khususnya peluang beasiswa atau bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan studi.

Salah seorang warga juga meminta agar fasilitas penyeberangan di kawasan Petak 10 mendapat perhatian karena dinilai penting bagi keselamatan masyarakat.

Dihadapan warga, Hallauw menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat.

“Kegiatan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota dewan. Seorang anggota dewan harus turun ke masyarakat, mendengarkan semua keluhan dan aspirasi masyarakat, kemudian menampung dan menyuarakannya dalam agenda-agenda rapat bersama Pemerintah Kota Ambon,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat untuk kemudian dilihat mana yang dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.

Hallauw juga meminta masyarakat memahami kondisi keuangan daerah yang menjadi salah satu pertimbangan dalam merealisasikan berbagai usulan.

“Kalau memang ada permintaan terkait material ataupun keuangan, silakan disampaikan. Kita akan catat, mana yang bisa kita eksekusi dan mana yang belum bisa, tentu akan kita sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi persoalan air bersih yang disampaikan warga Waihaong, Srikandi Partai Golkar yang nyaris digadang-gadang menjadi calon Ketua DPD Golkar Kota Ambon itu meminta masyarakat menyiapkan proposal sebagai dasar untuk dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Menurutnya, apabila sumber air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satu opsi yang dapat dikaji adalah pembangunan sumur bor.

“Kalau memang sumber airnya tidak bertambah debitnya, silakan dibuatkan proposal untuk pembuatan sumur bor. Nanti kita koordinasikan dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Sementara untuk persoalan lampu jalan, Hallauw menyatakan akan melihat kebutuhan di lapangan dan melakukan koordinasi agar titik-titik yang dianggap membutuhkan penerangan dapat memperoleh perhatian.

Terkait aspirasi pendidikan, ia juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat mencari informasi mengenai berbagai program beasiswa yang tersedia. Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peluang bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Salah seorang perwakilan warga mengapresiasi kehadiran Hallauw yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.

Warga berharap kegiatan reses tidak berhenti pada mendengarkan aspirasi, tetapi juga dilanjutkan dengan proses pengawalan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Masyarakat juga berharap perhatian anggota DPRD tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi turut mendukung pembinaan generasi muda, pelayanan gereja, kegiatan kepemudaan, pendidikan, serta kebutuhan sosial masyarakat.

Menutup kegiatan reses, Hallauw menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Ia berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dalam dua lokasi reses, yakni Jemaat Kezia Kudamati dan RT 001/RW 002 Kelurahan Waihaong, dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Ambon serta mendorong koordinasi yang lebih baik dengan Pemerintah Kota Ambon.

“Kita sudah hadir bersama-sama dan mendengarkan aspirasi Bapak Ibu semua. Semua masukan akan kita catat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” tutup Hallauw.(DMC-DS)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *