DELIKMALUKU29NEWS.COM,SBB,– Upaya pemulihan kehidupan masyarakat pascainsiden di wilayah Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, mulai dilakukan melalui kegiatan gotong royong lintas elemen.
TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat Desa Patahuwe bersama-sama bergotong royong membersihkan lahan pembangunan rumah pastori atau rumah pendeta Jemaat Patahuwe, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali fasilitas masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan perdamaian di tengah proses pemulihan pascainsiden.
Kegiatan diawali dengan apel bersama di lokasi pembangunan Pastori. Sejumlah unsur yang terlibat antara lain Camat Taniwel beserta staf, Danramil Taniwel bersama anggota, Kapolsek Taniwel bersama personel, Kasat Binmas Polres SBB bersama anggota, serta personel BKO TNI-Polri.
Danramil Taniwel Letu Syawir dalam arahannya mengajak seluruh pihak untuk bekerja secara optimal agar proses pembangunan dapat segera dimulai dan diselesaikan.
Setelah apel, seluruh personel dan masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing dan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kembali Pastori Jemaat Patahuwe.
Camat Taniwel Ny. E. Niwele mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan dukungan untuk proses pembangunan kembali fasilitas tersebut. Kehadiran TNI dan Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.
“Kita telah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Dengan adanya aparat TNI dan Polri, kita sekarang akan membangun Pastori Jemaat Patahuwe. Bagi masyarakat yang berada di tempat pengungsian dan sudah merasa aman, kita berharap dapat kembali untuk bersama-sama membangun kehidupan di desa,” ujar Ny. E. Niwele.
Sementara itu, Kapolsek Taniwel Iptu M. Luhukay, mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri dendam dan tidak melakukan tindakan yang dapat kembali memperkeruh situasi.
“Lupakanlah dendam, jangan ada balas-balasan. Kita semua mau damai. Karena itu, mari kita bersama-sama membersihkan lahan Pastori ini dan membangun kembali kehidupan masyarakat,” kata Luhukay.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pendekatan persuasif kepolisian dalam mendorong masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian secara damai dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kembali konflik.
Sementara itu, Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando mengatakan, keterlibatan langsung TNI-Polri bersama pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga bagaimana kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan.
“Pemulihan harus dilakukan bersama-sama. Ketika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat bergotong royong membersihkan serta menyiapkan kembali fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, itu merupakan langkah nyata untuk membangun kembali kehidupan dan rasa percaya di tengah masyarakat,” kata Refindo.
Menurutnya, situasi yang aman harus diikuti dengan langkah nyata untuk mengembalikan aktivitas masyarakat secara bertahap.
“Kami ingin masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman. Jangan ada lagi dendam maupun tindakan yang dapat memperpanjang persoalan. Mari kita jaga bersama situasi yang sudah mulai kondusif ini,” ujarnya.
Kapolres menegaskan, jajaran Polres SBB akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mendampingi masyarakat selama proses pemulihan.
“Polri akan terus hadir bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Keamanan bukan hanya tentang menjaga situasi agar tidak terjadi gangguan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali hidup, beraktivitas dan membangun masa depan dalam suasana damai,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut memiliki makna penting dalam proses pemulihan sosial masyarakat.
“Kegiatan di Patahuwe menunjukkan bahwa pemulihan pascainsiden membutuhkan kebersamaan. Ketika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat turun bersama untuk membangun kembali fasilitas masyarakat, pesan yang disampaikan adalah bahwa perdamaian harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” kata Rositah.
Menurutnya, pendekatan keamanan dan pendekatan sosial harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat kembali merasa aman dan menjalankan aktivitasnya secara normal.
“Kami terus mendorong jajaran untuk mengedepankan cooling system, komunikasi yang baik dan pendekatan persuasif. Masyarakat harus diberikan ruang untuk kembali membangun kehidupan bersama tanpa dibayangi dendam maupun tindakan saling membalas,” ujarnya.
Rositah juga mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah Taniwel dan sekitarnya untuk menjaga situasi yang telah kondusif serta menghindari informasi maupun tindakan yang dapat memicu kembali ketegangan.
“Mari kita jaga bersama perdamaian di Maluku. Jangan ada provokasi, jangan ada aksi balas-membalas. Jika ada persoalan, serahkan kepada aparat dan pemerintah untuk diselesaikan melalui mekanisme yang ada. Yang paling penting saat ini adalah menjaga masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga, agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman,” tegasnya.
Pembersihan lahan Pastori tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan terkendali.
Gotong royong lintas elemen tersebut menjadi bagian dari langkah pemulihan di Patahuwe, sekaligus memperlihatkan bahwa rekonsiliasi tidak berhenti pada imbauan perdamaian, tetapi diwujudkan melalui kerja bersama untuk membangun kembali fasilitas dan kehidupan masyarakat.
Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat terus memperkuat kolaborasi untuk memastikan keamanan, pemulihan, dan perdamaian berjalan beriringan di wilayah kepulauan Maluku.(DMC-DS).
















