Example floating
Example floating
Pemkot Ambon

Wali Kota Ambon Berbagi Cerita Inspiratif Bagi Siswa SMPN 4 Ambon

26
×

Wali Kota Ambon Berbagi Cerita Inspiratif Bagi Siswa SMPN 4 Ambon

Sebarkan artikel ini

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,–Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, berbagi cerita inspiratif bersama para siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ambon.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kokurikuler Kelas VII dengan tema “Aku dan Prestasiku”, melalui jenis kokurikuler 7 KAIH (Gema Belajar). Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 4 Ambon, Kamis (8/10/2026).

Di hadapan para siswa, Bodewin tidak hanya berbicara tentang pendidikan dan cita-cita. la membawa para peserta didik menelusuri perjalanan hidupnya sejak masa kanak-kanak, ketika kehidupan serba terbatas, hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Ambon.

Dengan gaya bercerita yang sederhana dan dekat dengan dunia anak-anak, Bodewin mengisahkan bagaimana dirinya tumbuh dalam keluarga sederhana di Kampung Siwang, Negeri Nusaniwe, Kota Ambon. Ayahnya bekerja sebagai tukang, sementara sang ibu menjalani berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi rumah mereka pun jauh dari kata mewah. Bodewin mengaku pernah tinggal di rumah dengan dinding yang terbuat dari kulit

Namun, keterbatasan ekonomi tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti bersekolah.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar di SD Kristen Seri, ia harus berjalan kaki berkilo-kilometer menuju sekolah. Bahkan, perjalanan tersebut dilakukan sejak sekitar pukul 04.30 WIT dengan penerangan obor.

Tidak hanya berjalan kaki, berbagai pekerjaan pun pernah dilakukannya demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempertahankan pendidikan. la pernah berjualan es hingga menjajakan kue.

“Jangan pernah merasa bahwa karena kita susah hari ini, maka masa depan kita juga akan susah,” demikian pesan yang tergambar kuat dari kisah yang disampaikannya kepada para siswa.

Menurut Bodewin, justru berbagai kesulitan yang dialaminya sejak kecil menjadi tempaan yang membentuk karakter dan mentalnya.

la belajar untuk tidak mudah menyerah, tidak cengeng menghadapi keadaan, serta terus berusaha meski harus melewati jalan yang panjang dan penuh tantangan.

Salah satu bagian yang paling berkesan dalam cerita Bodewin adalah ketika dirinya masih duduk di kelas V menuju kelas VI SD.

Saat itu, meski bukan siswa yang selalu menjadi juara kelas, semangatnya untuk terus bersekolah mendapat perhatian khusus dari kepala sekolahnya.

Sang kepala sekolah memberikan hadiah berupa sebuah buku dan pena sebagai bentuk penghargaan atas semangat belajar dan perjuangannya.

Bagi Bodewin, pemberian sederhana tersebut memiliki makna yang sangat besar.
Peristiwa ketika dirinya berusia sekitar 11 tahun itu kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Sosok kepala sekolah tersebut dikenangnya sebagai panutan yang memberikan motivasi sekaligus membentuk prinsip hidupnya.

Dari pengalaman itulah Bodewin ingin menanamkan kepada para siswa bahwa terkadang sebuah perhatian kecil dari guru dapat memberikan pengaruh besar terhadap masa depan seorang anak.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Bodewin sempat memiliki rencana untuk langsung bekerja. Namun, jalan hidup membawanya mengikuti seleksi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

Dari puluhan peserta yang mengikuti proses seleksi dari wilayahnya, ia berhasil lolos dan melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan tersebut.
Perjalanan itu kemudian menjadi awal dari karier panjangnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selama sekitar 31 tahun mengabdi sebagai ASN, Bodewin memulai karier dari bawah hingga dipercaya menduduki jabatan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Maluku.

Pada 24 Mei 2022, ia dipercaya menjadi Penjabat Wali Kota Ambon. Setelah melalui perjalanan politik dan pemerintahan, Bodewin kemudian melanjutkan pengabdiannya hingga dipercaya sebagai Wali Kota Ambon.

Kisah tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan menuju keberhasilan tidak berlangsung secara instan.

Di hadapan para siswa, Bodewin menegaskan bahwa masa depan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga maupun apa yang dapat diberikan orang tua saat ini.

Menurutnya, orang tua, guru, dan lingkungan merupakan bagian penting dalam mendukung perjalanan seorang anak. Namun, kemauan untuk belajar, berusaha, menjaga sikap, dan menentukan pilihan tetap berada pada diri masing-masing.

la pun mengingatkan siswa agar tidak berkecil hati ketika memiliki keterbatasan.

Sebab, anak yang hari ini memiliki banyak fasilitas belum tentu otomatis memiliki masa depan yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya, anak yang hari ini hidup dalam keterbatasan bukan berarti tidak memiliki kesempatan untuk meraih keberhasilan.

“Jangan lihat keberadaan atau keterbatasan hari ini. Masa depan tidak ditentukan sepenuhnya oleh apa yang bisa diberikan orang tua hari ini. Penentu utama seseorang akan menjadi apa adalah dirinya sendiri,” pesan Bodewin.

la juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu harus diukur dari jabatan yang tinggi.

Menurutnya, seseorang mungkin memiliki cita-cita menjadi dokter, tetapi kemudian menjadi perawat.

Ada yang bercita-cita menjadi jenderal, namun akhirnya menjadi anggota TNI dengan pangkat berbeda. Ada pula yang bercita-cita menjadi profesor, tetapi akhirnya menjadi guru.

Semua itu, kata dia, bukanlah sebuah kegagalan.

Yang terpenting adalah bagaimana seseorang dapat memberikan manfaat bagi orang lain melalui profesi dan kemampuan yang dimilikinya.

“Bukan soal jabatan apa yang kita dapat, tetapi bagaimana kita menjadi orang yang bermanfaat dengan apa yang kita miliki,” pesannya.

Selain berbicara mengenai cita-cita, Bodewin juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.(DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *