Example floating
Example floating
Pemkot Ambon

Wali Kota Ambon : Pemerintah dan Media Punya Peran Berbeda Tapi Satu Tujuan Membangun Daerah

103
×

Wali Kota Ambon : Pemerintah dan Media Punya Peran Berbeda Tapi Satu Tujuan Membangun Daerah

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, tampak menyampaikan materi dalam Diskusi Panel "Energi Untuk Maluku : BBM, LPG dan Masa Depan Blok Masela" dan Konferensi Wilayah (Konferwil) III AMSI Maluku, yang berlangsung di Ballroom, lantai 9, Zest Hotel Ambon, Selasa (20/10/2026).

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,–Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena mengakui, selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon punya mitra dengan media-media di Kota Ambon terjalin dengan baik.

Menurutnya, Media dan pemerintah diketahui adalah dua institusi yang berbeda, namun punya tujuan yang sama yaitu berkontribusi untuk pembangunan daerah di Kota Ambon.

” Pemerintah dan media merupakan dua institusi yang memiliki peran berbeda tapi sama-sama berkontribusi bagi pembangunan daerah. Media ini merupakan mitra strategis dalam membangun komunikasi yang terbuka. Nah, sampai tahun 2026, peningkatan kerjasama pemerintah dengan media sudah berjalan dengan baik dari tahun-tahun kemarin, sejak dimulai pada saat saya menjadi Penjabat Walikota Ambon. Dulu juga waktu menjadi Sekwan di DPRD Provinsi, hampir seluruh media itu bekerja sama. Dan  terbukti, semua kerja-kerja DPRD terpublikasi dengan baik di masyarakat, sehingga orang tahu tentang apa yang dikerjakan oleh DPRD. Nah, ini juga saya lakukan hal yang sama saat menjadi Walikota Ambon saat ini,” ungkap Wattimena, saat menjadi pemateri dalam Diskusi Panel “Energi Untuk Maluku : BBM, LPG dan Masa Depan Blok Masela” dan Konferensi Wilayah (Konferwil) III AMSI Maluku, bertempat di Ballroom, lantai 9, Zest Hotel Ambon, Selasa pagi (20/10/2026).

Menurut orang nomor satu di Kota Ambon itu, Pemkot Ambon di bawah kepemimpinannya saat ini menghendaki agar kerja-kerja Walikota dan Wakil Wali Kota itu terpublikasi. Sama halnya juga dengan kerja-kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Artinya jangan sampai kita kerja stenga mati masyarakat tidak tahu sama sekali apa yang kita kerjakan. Lewat peran media inilah, semua kerja-kerja kita baik Wali Kota , Wakil Wali Kota maupun di OPD-OPD terkait dapat diketahui publik. Saya juga sudah informasikan bahwa pimpinan OPD itu jangan menghalangi kerja-kerja Jurnalis, buka ruang saja untuk media kalau ada yang ingin dikonfirmasi,” sebutnya.
Kata dia, kerja-kerja pemerintah Kota saat ini sangat memerlukan kontribusi media. Sehingga media juga tidak bisa dikategori sebagai pihak yang menyerbar luaskan informasi, tetapi lebih dari itu adalah merupakan salah satu pilar bagi pembangunan pemerintah daerah.

Karena itu, kata Wattimena, Pemerintah Kota ketika mengambil suatu kebijakan, media menjadi jembatan untuk menyampaikannya kepada publik.
“Karena lewat media, publik bisa tahu pemerintah Kota ini ada aspal jalan, lewat kerja media, bisa orang tahu pemerintah lagi buka akses air bersih di mana-mana, dan hal-hal positif lain sebagainya,” imbuhnya.

Meski begitu, Wattimena mengakui, Pemerintah Kota Ambon tidak pernah anti kritik terhadap kritikan media. Pihaknya sudah menyampaikan kepada jajarannya, agar selalu respon terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di media sosial dan selalu memberikan klarifikasi apabila informasi-informasi miring yang beredar di ruang publik, hal ini dilakukan agar publik tidak terjerumus dalam mengkonsumsi informasi yang tidak benar.

“Jadi mari kita membantu untuk penyebaran informasi, tetapi sekaligus juga sebagai kontrol sosial. Kita tidak pernah anti kritik,kritik itu sebenarnya adalah nutrisi bagi kita. Karena itu jika ada yang bilang Wali Kota dan jajaran menanggapi suatu kritik itu secara berlebihan saya kira itu tidak benar. Bahkan di media sosial kalau Bapak Ibu ikuti perjalanan berita di media sosial, ada yang komentar sangat menyakitkan. Saya menjawab dengan tenang saja. Jadi setiap masukan itu penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara internal, memperbaiki berbagai hal yang kurang,” jelasnya.

Selanjutnya, lanjut Wattimena, media sebagai penyambung aspirasi.Aspirasi yang dimaksudkan adalah dikeluhan masyarakat.

“Tugas media untuk menyampaikan kepada pemerintah. Sebaliknya, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menjawab aspirasi itu, tugas media juga untuk menyampaikan kepada masyarakat supaya dia menjadi berimbang. Dia menjadi berimbang dan dampaknya adalah di satu sisi pemerintah terus melakukan upaya pembangunan,” katanya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat untuk ikut mendukung pemerintah dalam berbagai kebijakan pembangunan dan edukasi publik, sangat dibutuhkan.
Artinya, peran media bagaimana supaya masyarakat itu bisa memahami tentang pembangunan, dan pelayanan publik.

“Kebijakan pemerintah daerah yang dilakukan melalui publikasi atau promosi di media Ini tujuan dari kita bekerja bersama dengan media. Bapak Ibu saat ini, isu atau opini-opini yang terbangun di media sosial. Di Facebook, di Instagram, di TikTok, dan yang lain-lain saat ini  berkembang sangat cepat sekali. Karena itu, kita saat ini diperhadapkan dengan tantangan yang luar biasa itu. Arus informasi yang semakin cepat ini, kalau tidak sikapi dengan baik maka informasi bisa dikonsumsi dengan tidak benar oleh publik. Makanya kita sangat butuh kerjasama media saat ini,” tandasnya.

Diketahui, hadir menjadi nara sumber dalam diskusi Panel tersebut, selain Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, ada juga Kadis ESDM Maluku Abdul Haris, Amsi Nasional   Pradita Kusuma Sabarini  dan Hagasetya Nugraha dari External Relations Inpex. Diskusi  itu dipandu moderator Muhamad Yani Kubangun, salah satu Jurnalis senior di Maluku.(DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *