Delikmaluku29news.com,- AMBON,-Nama Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom ikut disebut-sebit sebagai salah satu kandidat pengganti Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang akan memasuki usia pensiun.
Rekam jejak lelaki pemberani (“kabaresi”) di markas Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri dan Badan Nasional Narkotika yang mumpuni menjadi modal utama dia dicalonkan sebagai Kapolri.
Masyarakat Maluku begitu berharap Presiden Prabowo Subianto dengan hak prerogatifnya dapat menunjuk dan mengangkat pria kelahiran Ameth, Nusalaut, 31 Januari 1969 ini sebagai suksesor Listyo Sigit Prabowo.
“Pak Marthinus Hukom ‘besar’ di Densus 88 dan BNN, dan dianggap tidak terkontaminasi dengan kepentingan elite politik, sehingga layak untuk menjadi Kapolri,” ungkap Rony, salah satu warga Maluku di Ambon, Rabu (8/10/2025).
Dia menyebut sosok Marthinus Hukom punya segudang pengalaman, berintegritas dan pemberani sehingga memiliki kredit poin tersendiri untuk memimpin Mabes Polri.
“Pak Marthinus Hukom punya rekam jejak karier yang komplet, dan itu modal penting dalam penilaian bagi Presiden RI pak Prabowo,” papar Rony.
Setelah lulus Akpol 1991, Marthinus menduduki posisi Pama Polda Jawa Barat dan Pama Polres Purwakarta di tahun 1992.
Selain lulus Akpol, Marthinus juga menyelesaikan pendidikan dari beberapa instansi seperti PTIK (2001), Sespimpol (2005), Lemhannas RI PPRA LIV (2016), dan Kajian Strategi Intelijen Pascasarjana Universitas Indonesia (2018).
Marthinus juga menyelesaikan pendidikan di luar negeri, yakni Intelligence Analyst Course, Filipina (2008), dan Major Case Management Course, Filipina (2008).
Di tahun 2001, Marthinus dipercaya mengisi posisi Kasat Gaops A Pukodalops Polda Metro Jaya. Dari situlah dia mulai menduduki sejumlah jabatan penting di Polda Metro Jaya.
Marthinus bertugas sebagai Kasiaga I Bagdalops Polda Metro Jaya (2001), Kanit Resmob Dit Serse Polda Metro Jaya Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2002), Kanit Subditranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2002), Kanit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2003), hingga Pamen Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2005).
Pada tahun 2006, Marthinus ditugaskan menjadi Penyidik Madya Unit V Dit I/Kam dan Trannas Bareskrim. Setelah itu, dia aktif menduduki jabatan di Densus 88 Anti Teror Polri.
Misalnya saja seperti Dirintelijen Densus 88 (2010), Wakadensus 88 AT (2015), Wakadensus 88 (2018), hingga diangkat menjadi Kepala Densus 88 tahun 2020. Barulah di tahun 2023, Marthinus diangkat menjadi Kepala BNN. Dari jabatan inilah pria asal Maluku itu mendapat pangkat jenderal bintang 3 atau Komjen Pol. (RED-DMC)















