Delikmaluku29news.com,Ambon,-Kepolisian Daerah Maluku menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kegiatan yang dihelat di Ruang Rapat Utama Markas Polda Maluku di Tantui, Kota Ambon, Kamis (11/12/2025) ini dihadiri Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dr. Dadang Hartanto, Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI. Dr. Nefra Firdaus, dan Forkopimda Maluku lainnya atau yang mewakili. Turut hadir para pimpinan lembaga/ instansi serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Polda Maluku yang telah menyelenggarakan rakor lintas sektoral untuk pengamanan Nataru.
“Bapak Kapolda dan jajaran Polda Maluku terima kasih karena sudah kumpul kita semua. Semoga kerjasama ini terus dipertahankan dan menjelang Nataru ini mudah-mudahan kita sukses menciptakan situasi yang aman nyaman bagi masyarakat Maluku yang melaksanakan perayaan Natal dan Tahun Baru,” harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam paparannya. Ia mengaku Kodam Pattimura siap mendukung dan membantu Polda Maluku dalam pengamanan Nataru. Kodam Pattimura akan mengerahkan 1000 personel untuk membantu pengamanan Nataru.
“Kodam XV/Pattimura siap membantu Polda Maluku dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ungkapnya.
Sebelum membuka Rakor Lintas Sektoral dalam rangka Pengamanan Nataru 2025-2026, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto memaparkan beberapa aspek yang perlu menjadi atensi bersama dalam menghadapi perayaan Nataru.
“Jadi tugas kita ini sama-sama untuk menjamin bahwa kegiatan masyarakat (menjelang dan sesudah nataru) dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” ajak Irjen Dadang.
Kapolda merincikan, aktivitas masyarakat berjalan aman artinya mereka tidak terganggu dengan adanya gangguan kamtibmas. Masyarakat merasa nyaman artinya mereka merasa tenang dan damai dalam beraktivitas. Kemudian kondusif, artinya situasi secara keseluruhan dapat mendukung aktivitas masyarakat secara produktif.
“Nanti sebelum perayaan Natal tanggal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 kita akan melaksanakan Kegiatan Rutin Kepolisian Yang Ditingkatkan atau KRYD yang akan bekerjasama dengan semua pihak yakni Polri, TNI dan Pemerintah Daerah,” tambahnya.
KRYD yang dilaksanakan, lanjut Kapolda, bertujuan untuk menciptakan perayaan Nataru berjalan aman, lancar dan kondusif.
Kapolda pada kesempatan itu menyoroti terkait penggunaan petasan dan kembang api yang dapat membahayakan masyarakat.
“Minuman keras juga harus menjadi perhatian kita, karena ini dapat memicu terjadinya kekerasan,” tegasnya.
Dari tahun ke tahun, Kapolda mengaku kasus yang paling menonjol dan kerap terjadi yaitu berlatarbelakang kekerasan yakni penganiayaan dan pengeroyokan. “Hampir dominan pelaku kekerasan dipicu oleh minuman keras,” ungkapnya.
Kapolda berharap adanya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi miras. “Kalau mengonsumsi miras di dalam ruangan tidak jadi masalah, tapi yang menjadi permasalahan itu ketika dia (pelaku) miras kemudian jalan-jalan dan dia melihat semua orang adalah musuh, maka akan terjadi penganiayaan,” jelasnya.
Pengamanan tempat ibadah (Gereja) menjelang ibadah Natal juga menjadi atensi Kapolda. Ia berharap agar semua gereja diamankan tanpa terkecuali. “Tidak ada rumah ibadah pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru itu yang tidak dijaga atau diamankan. Metode pengamanannya kita bisa libatkan Pamswakarsa, tapi tidak ada tempat ibadah (gereja) yang tidak dijaga,” pintanya.
Untuk mengamankan Nataru, Polda Maluku akan mengerahkan personel gabungan sebanyak 2.403 orang. Terdiri dari Polda Maluku 250 personel, Polres Jajaran 1.356 personel dan Stakeholder terkait 797 personel.
Ribuan personel gabungan ini akan mengamankan 676 objek lokasi pengamanan. Terdiri dari Gereja, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, dan objek pergantian tahun baru. Polda Maluku juga menyiapkan 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan dan 8 pos terpadu.
Kepada wartawan, Kapolda Maluku Prof. Dadang Hartanto berharap perayaan Nataru berjalan aman dan lancar. Untuk mewujudkan keamanan, kelancaran dan kondusifitas suatu wilayah, Polda Maluku mendeteksi kerawanan-kerawanan.
“Beberapa kerawanan berdasarkan kejadian tahun lalu yang menonjol itu penganiayaan dan pengeroyokan dan ini menjadi atensi kita, termasuk lakalantas (kecelakaan lalulintas),” ujarnya.
Terkait kasus kekerasan, Kapolda kembali menekankan bahwa yang paling dominan pemicunya adalah minuman keras. Masyarakat dihimbau untuk bijak dalam mengonsumsi miras.
“Kami harapkan masyarakat sadar untuk mengkonsumsi secara bijak. Karena kalau tidak bijak maka ini akan menimbulkan perilaku kekerasan. Mari kita sama-sama mengawasi dan sadar diri untuk mencegah perbuatan yang merugikan termasuk konflik antar kampung,” harapnya.
Kapolda juga menyoroti terkait pergerakan masyarakat menjelang dan sesudah Nataru. Menurutnya, Maluku lebih dominan menggunakan transportasi laut. Sehingga transportasi laut menjadi perhatian.
“Kita harus melakukan pencegahan (kecelakaan laut) mulai dari bagaimana kita mengecek fasilitas-fasilitas keamanan dan keselamatan hingga proses berjalannya di laut,” ungkapnya.
Apabila terjadi kecelakaan, Kapolda juga berharap dapat cepat direspon. “Yang perlu kita antisipasi lagi masalah petasan. Saya minta ini juga menjadi kesadaran kita untuk tidak menggunakannya,” harapnya.(DMC-01).















