Delikmaluku29news.com,AMBON,- Penggunaan keuangan negara di Politeknik Negeri (Poltek) Ambon yang dikelola oknum Bendahara untuk anggaran tahun 2025 terus menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini.
Tidak hanya anggaran wisuda tahun 2025 dengan nilai Rp.1 miliar untuk wisudawan sebanyak 500 orang lebih yang diduga terjadi korupsi, tapi ada juga sejumlah item pengelolaan lain di kampus tersebut yang diduga terjadi fiktif.
Sesuai data Delikmaluku29news.com, anggaran tahun 2025 di Poltek Ambon dikelola secara tertutup. Motif kelola keuangan dengan capaian penyerapan anggaran yang besar, tapi ternyata hanya nihil dalam kegiatan.
Dana bernilai miliaran rupiah diduga digunakan untuk kepentingan oknum-oknum para petinggi di kampus itu.
“Sebenarnya nama-nama mereka sumua sudah ada, tapi kita nanti dorong terus saja ke publik, biar publik tahu dan desak diproses hukum oleh aparat penegak hukum,” ungkap salah satu sumber Delikmaluku29news.com, Senin, (8/02/2026).
Menurutnya, ada sekitar 10 kegiatan yang terlaksana di Hotel, uangnya diambil bendahara ke Wadir II Poltek untuk membiayai kegiatan tersebut. Ditambah lagi, Bendahara Poltek tidak transparan dalam pengelolaan uang.
“Bayangkan ada kegiatan yang sebenarnya tidak terlaksana, dan anggarannya sudah digunakan. Ini sangat keterlaluan,” imbuhnya.
Motif lain, lanjut sumber itu, pengelolaan anggaran tahun 2025 itu dibuat fiktif, karena saat ini sedang perhelatan Direktur Poltek yang baru.
“Maksudnya adalah, mereka ingin anggaran itu terserap semuanya. Karena mereka takut, pergantian direktur baru mereka-mereka itu tidak lagi menduduki jabatan seperti biasa. Ini yang membuat mereka sewenang-wenang kelola anggaran negara itu. Makanya jaksa harus masuk usut hal ini,” tandas sumber itu.
Terpisah, Sekretaris Pemuda LIRA Maluku Muhamad Gurium, yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya bisa membawa persoalan ini ke hadapan Aparat Penegak Hukum (APH) terdekat untuk ditelusuri.
“Kenapa harus ditelusuri APH, karena sebagai LSM tidak punya wewenang untuk proses hukum. Kita hanya mengumpulkan data untuk membawa ke APH, baik itu di Kejati Maluku atau Kejari Ambon. Dan kita mau agar proses hukum terhadap masalah ini, untuk mendudukan benar atau tidaknya, harus APH usut,” singkat Gurium.
Sebelumnya diberitakan media ini, Pengelolaan uang negara yang dikucurkan Pemerintah ke Politeknik Negeri (Poltek) Ambon kerap bermasalah. Kali ini soal pengelolaan anggaran wisuda tahun 2025, dengan nilai sebesar Rp.1 miliar lebih.
Sesuai data yang di himpun media siber ini, biasanya dana sebesar Rp.1 miliar harus digunakan untuk jumlah wisudawan berjumlah 900 orang hingga 1000 orang, dengan ketentuan dua kali wisuda dalam satu tahun.
Tapi di 2025, wisuda Poltek hanya sekali, padahal menghabiskan anggaran Rp.1 miliar dengan jumlah mahasiswa yang wisuda 500 orang.
Hal ini tentunya berbanding terbalik, karena sesuai data lapangan, tahun 2023 dan 2024, jumlah mahasiswa wisuda hampir seribu orang dengan menghabiskan uang sebanyak Rp.1 miliar dan ini dalam satu tahun wisuda dua kali, sesuai aturan yang ditetapkan pihak kampus.
Selanjutnya, tahun-tahun sebelumnya terjadi wisuda dua kali dalam setahun, bahkan nilai anggaran wisuda tidak sebanyak tahun 2025 sebesar Rp.1 miliar.
“Anehnya anggaran wisuda sebanyak itu padahal yang wisuda hanya 500 orang, ini harus didesak Aparat Penegak Hukum (APH) turun usut dan meminta lembaga auditor untuk mengaudit dana wisuda tersebut,” beber salah satu sumber media ini.
Terpisah, Bendahara Poltek Ambon Andarias Lokwati, yang dikonfirmasi wartawan mengaku tidak ada masalah dengan anggaran wisuda Poltek tahun 2025.
“Tidak ada itu, itu tidak benar,” ungkap Lokwati, seraya meminta awak media mengkonfirmasi bagian Humas Poltek Ambon Paulus Titaley.
Menariknya, pernyataan Titaley, tidak sama dengan pernyataan Bendahara Poltek.
Menurutnya, untuk anggaran wisuda tahun 2025 pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja, pengalaman dia saat tahun-tahun sebelumnya menjadi ketua panitia wisuda, dalam satu tahun dua kali wisuda, dengan anggaran Rp.1 miliar untuk seribu orang, bahkan lebih.
“Kalau anggaran wisuda tahun 2025 itu saya tidak tahu, tapi pengalaman saya sewaktu jadi ketua panitia wisuda tahun kemarin, itu wisuda dua kali se tahun. Anggaran juga Rp.1 miliar tapi wisudawan 1000 orang bahkan lebih,” singkat Titaley.
Di sisi lain, sesuai data media ini, tahun 2025 mahasiswa wisuda 500 orang dengan anggaran Rp.1 miliar, sedangkan tahun 2023 dan 2024 jumlah wisudawan 700 sampai 900 orang dan dana yang digunakan hanya Rp.300 sampai Rp. 400 juta, bagimana pertangungjawaban tahun 2025 kalau yang wisuda hanya 500 orang
sedangkan uang yang digunakan Rp. 1 milir ?.(DMC-01).















