Example floating
Example floating
/>
Umum

Yan Zamora Noach Resmi Melantik Pengurus Ikatan Marga Dahoklory- Darkay di Ambon

51
×

Yan Zamora Noach Resmi Melantik Pengurus Ikatan Marga Dahoklory- Darkay di Ambon

Sebarkan artikel ini
Prosesi pelantikan pengurus IMADDA di Ambon,Oleh Pembina Yan Zamora Noach.
Example 468x60

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Yan Zamora Noach, selaku Pembina Ikatan Marga Dahoklory- Darkay di Ambon, resmi melantik Pengurus terpilih Ikatan Marga Dahoklory-Darkay (IMADDA) yang berdomisili di Kota Ambon periode 2026-2031.

Sambutan pembina IMADDA Yan Z Noach

Prosesi pelantikan itu berlangsung dalam ibadah keluarga IMADDA, Minggu (26/04/2026), sekira pukul 16.00 WT di Gedung Gereja Bethel Injil Sepenuh, Jemaat Nusaniwe, Jln. Perumtel Gunung Nona, Kota Ambon.

Sebelum melantik, Yan Zamora Noach, dalam sambutan singkatnya mengatakan,Persekutuan ini dibangun atas dasar kesepakatan bersama sejak tahun 2007 lalu dan terus eksis sampai saat ini. Karena itu, harapan besar dari Pembina persekutuan, bagi pengurus yang akan dilantik agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan tulus.

“Karena persekutuan ini dibangun tentunya bukan hanya di dalamnya ada ibadah, tapi ada sukacita maupun dukacita yang akan dilalui, dan itulah, perlu adanya kontribusi dari Pengurus sendiri,” ujar Noach, yang juga anggota DPRD Provonsi Maluku Fraksi PDI Perjuangan itu.

Selanjutnya, lanjut Noach, persekutuan ini diharapkan agar bisa membangun komunikasi dan koordinasi dengan baik terutama bagi keluarga Dahoklory Darkay maupun keluarga Besar Desa Persiapan Yawuru (Leke Sanulu Karahan Idaweli) di Ambon.

“Dan tentunya mari berkontribusi bangun negeri yang kita cintai bersama di Pulau Kisar. Kontribusi yang saya maksudkan adalah dalam bentuk pikiran-pikiran yang membangun bagi negeri, bukan semata-mata karena kontribusi berupa uang,” imbau dia.

LegislatorĀ  Dapil Tujuh (KKT-MBD) itu berujar, di tanah rantau seperti ini, sebagai orang yang lahir dan besar dengan nilai-nilai budaya, sudah saatnya keluarga ini dapat menunjukan jati diri sebagai orang berbudaya di tanah perantauan. Nilai-nilai budaya yang diwariskan pada leluhur, hendaknya sebagai generasi penerus terus mempertahankan itu, apalagi ada di tanah rantau.

“Jadi mari kita tunjukan jati diri kita sebagai orang berbudaya dari Negeri kita tercinta, pancarkan semua itu bagi sesama keluarga kita, maupun semua warga yang ada di Kota Ambon ini,” tutup Noach, mengakhiri sambutannya.

Pendeta Ezra Dahoklory, SP.

Sementara itu, Pendeta Ezra Dahoklory, SP, dalam refleksi Firman yang diambil dari Amsal 27: 17, yang berbunyi “Besi Menajamkan besi, Orang Menajamkan Sesamanya”. Ayat ini mengajarkan pentingnya hubungan komunitas, di mana interaksi antarmanusia, seperti persekutuan, bertujuan untuk saling mengasah, memperbaiki, dan membangun karakter agar menjadi lebih baik dan bijaksana.

“Jadi kita tidak terbuat dari besi, tetapi kadang kita sama seperti besi, karena orang kisarĀ  memang Keras kepala sekali. Maksudnya kalau besi tajamkan besi pasti ada api yang menyala, pasti juga ada yang hilang, atau satu bagian yang hilang, Ada beberapa hal yang penting perlu disampaikan, lewat refleksi firman ini, pertama, pertumbuhan membutuhkan gesekan. Kalau kita mau supaya kepengurusan ini berjalan terus, sedikit-sedikit dapat marah, tidak ada masalah, karena itu membuat kita jadi baik,” jelasnya.

Kedua, lanjut dia, kenapa besi harus kena besi. Karena besi tidak bisa tajam kalau tidak ditajamkan dengan besi yang lain. Maksudnya adalah kalau parang itu digosok dengan besi yang lain maka tajam dan kalau pakai kerja itu lebih efektif.
“Artinya besi menajamkan besi itu adalah kita butuh motivasi yang benar. Mengingatkan juga atas dasar kasih. Ini dilakukan demi perbaikan persekutuan ini ke depan,”katanya.

Kemudian soal waktu, lanjut dia, bicara soal waktu maksudnya perlu dinasehati pada waktu yang tepat.
“Artinya orang tua mau bicara ke anak itu perlu waktu yang tepat. Perlu duduk selesai makan bersama keluarga baru bicara. Ini dilakukan supaya nasehat orang tua itu bisa cepat diterima oleh anak. Ini juga perlu dimaknai dalam kepengurusan ini,” jelasnya.

Berikut tentang metode, lanjut dia, ini dibutuhkan cara yang tepat. Artinya, dalam persekutuan ini dirinya yakin para orang tua punya seribu metode untuk menasehat orang-orang dalam persekutan keluarga ini dengan baik.

“Karena kita yang anak muda ini belum pernah tua, tapi orang tua ini sudah pernah muda. Jadi tentunya orang tua pasti tau cara bagaimana menasehati anak-anak,” jelasnya.

Terakhir, tambah dia, sering kali manusia itu suka berbicara kepada orang lain. Tapi dirinya sendiri tidak mau dinasehati atau dikritik orang lain.

“Maksudnya adalah saat kita berbicara kepada orang lain, kita juga harus menjadi penajam yang baik dan harus bisa menerima masukan dari orang lain,” tutup dia, menutup refleksinya.

Ketua IMADDA Johanis Dahoklory.

Diketahui, Pengurus terpilih IMADDA Ambon periode 2026-2031 yang dilantik dibarisan pimpinan di antaranya, Johanis Dahoklory Ketua, Hendrik Dahoklory Wakil Ketua, Edi Darkay Sekretaris.

HadirĀ  dalam acara itu, Helmy Samloy selaku Penjabat Kepala Desa (PJ Kades) Persiapan Yawuru, Kecamatan Kisar Selatan, Maluku Barat Daya, perwakilan Pengurus Persekutuan Marga Letelay, Samloy, Lainata, dan Tenlima (Rom’Auworoo, Rom’Auwoakka) Domisili Ambon, Perwakilan Keluarga Laimeheriwa di Ambon, serta tamu undangan lainnya.(DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *