Example floating
Example floating
/>
Pemda Aru

Bupati Kepulauan Aru Ajak Warga Jaga Lestarikan Lingkungan Pesisir

13
×

Bupati Kepulauan Aru Ajak Warga Jaga Lestarikan Lingkungan Pesisir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DELIKMALUKU29NEWS.COM,DOBO,-Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Siloam menggelar kegiatan Aksi Hijau Berkelanjutan dengan menanam pohon mangrove di Kabupaten Kepulauan Aru, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen nyata generasi muda gereja dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mencegah abrasi pantai akibat gelombang laut saat musim ombak.

Aksi penanaman mangrove itu mendapat dukungan penuh dari Bupati Kepulauan Aru yang hadir langsung memberikan sambutan di hadapan peserta dan tamu undangan.

Dalam arahannya, Bupati Timotius Kaidel mengapresiasi inisiatif AMGPM Cabang Siloam yang dinilai tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah konkret membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Aksi penanaman pohon mangrove ini bagian dari menjaga lingkungan pantai guna mencegah abrasi dari gelombang laut ketika musim ombak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen nyata generasi muda gereja dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mencegah abrasi pantai akibat gelombang laut saat musim ombak.

Aksi penanaman mangrove itu mendapat dukungan penuh dari Bupati Kepulauan Aru yang hadir langsung memberikan sambutan di hadapan peserta dan tamu undangan.

Dalam arahannya, Bupati Timotius Kaidel mengapresiasi inisiatif AMGPM Cabang Siloam yang dinilai tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah konkret membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Aksi penanaman pohon mangrove ini bagian dari menjaga lingkungan pantai guna mencegah abrasi dari gelombang laut ketika musim ombak,” ujarnya.

Bupati menegaskan, konsep “berkelanjutan” harus dimaknai dengan tindakan nyata berupa perawatan dan pengawasan terhadap pohon yang telah ditanam, bukan hanya berhenti pada kegiatan seremoni.

“Kalau bicara berkelanjutan, berarti kita harus terus menjaga, merawat, dan mengampanyekan pentingnya lingkungan hidup,” katanya.

Menurutnya, menjaga lingkungan harus dimulai dari generasi muda agar menjadi budaya dan karakter masyarakat sejak dini. Ia mengingatkan bahwa masyarakat Aru sejak dahulu hidup bergantung pada alam sehingga wajib menjaga kelestariannya demi masa depan generasi berikut.

“Orang Aru hidup bergantung pada alam. Kalau kita hidup dari alam tetapi tidak menjaganya, lalu apa yang kita harapkan untuk masa depan? Alam yang kita jaga akan terus memberi kehidupan bagi kita,” ucapnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti dampak eksploitasi lingkungan seperti pengambilan pasir pantai, batu, hingga terumbu karang yang dapat merusak ekosistem pesisir.

Pemerintah daerah, lanjutnya, kini mendorong konsep pembangunan ramah lingkungan dengan penggunaan material alternatif agar kerusakan lingkungan dapat diminimalisasi.

“Kita harus mulai mengubah cara berpikir. Membangun itu harus murah, cepat, kuat, tetapi juga ramah lingkungan. Jangan lagi bergantung pada material yang merusak alam seperti terumbu karang dan pasir pantai,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru juga akan menggelar musyawarah adat bersama kepala desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dari 117 desa guna memperkuat kesadaran kolektif menjaga lingkungan hidup.

Bupati berharap gerakan yang diinisiasi AMGPM Cabang Siloam dapat menjadi contoh bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam Aru.

“Kalau kita semua bergerak bersama menjaga alam, berarti kita sedang menunjukkan niat baik untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan mewariskan lingkungan yang sehat bagi anak cucu kita,” tutupnya. (DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *