DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,– Pemerintah Kota Ambon terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini. Hal ini disampaikan Wali Kota Ambon,
Boedewin Wattimena, dalam kegiatan CIMB Niaga Goes to School yang digelar di Kota Ambon, Kamis (27/8/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena mengajak para pelajar membangun kebiasaan menabung melalui langkah sederhana dari uang jajan yang diberikan orang tua.
“Kalau orang tua kasih uang jajan Rp10 ribu, tidak usah banyak-banyak, anak-anak bisa menabung Rp2 ribu saja. Itu sudah luar biasa. Kalau dilakukan setiap hari secara rutin, mereka akan terbiasa menabung,” ujar Wattimena.
Menurutnya, kebiasaan menabung tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter disiplin dan hemat pada anak.
“Menabung mengajarkan kita untuk membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebiasaan ini harus ditanamkan sejak dini,” katanya.
Wattimena mengatakan, literasi keuangan bagi pelajar penting dilakukan agar generasi muda memiliki pemahaman dalam mengelola keuangan dan mampu mempersiapkan kebutuhan masa depan, termasuk pendidikan.
Pemkot Ambon, lanjutnya, terus berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku dan sektor perbankan untuk memperluas akses serta pemahaman keuangan bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Salah satu program yang terus didorong adalah Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang diharapkan dapat menjangkau peserta didik hingga jenjang PAUD.
Sementara itu, melalui program CIMB Niaga Goes to School, pembukaan rekening dilakukan bagi siswa SD Negeri 4 dan SD Negeri 65 Ambon.
Wattimena berharap rekening yang dimiliki para pelajar tidak hanya menjadi simbol kepemilikan rekening, tetapi benar-benar digunakan untuk membangun kebiasaan menabung.
“Jangan sampai rekeningnya ada, tetapi tidak digunakan untuk menabung. Yang kita bangun adalah kebiasaan. Sedikit demi sedikit, tetapi dilakukan terus-menerus,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kota Ambon yang berhasil meraih Juara I Inklusi Keuangan Nasional, setelah bersaing dengan sejumlah kota, termasuk Bandung dan Cirebon.
Prestasi tersebut, kata Wattimena, harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kota Ambon.
“Kalau anak-anak sejak sekarang sudah belajar hemat dan menabung, mereka sedang menyiapkan masa depannya sendiri,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Wattimena mengingatkan para pelajar agar menjadikan kebiasaan hemat dan menabung sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Ini yang harus kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini,” pungkasnya.(DMC-DS).















