Example floating
Example floating
/>
Politik

Isu Pemecatan Sejumlah Ketua DPC Golkar Kota Ambon “Memanas”, Semua Tergantung Prodak ET

49
×

Isu Pemecatan Sejumlah Ketua DPC Golkar Kota Ambon “Memanas”, Semua Tergantung Prodak ET

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Kisruh internal Partai Golkar di Kota Ambon, diam-diam masih membawa tanda tanya besar. Sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Golkar Kota Ambon pun terancam didepak dari jabatannya. Hal ini diketahui, setelah adanya adu gerbong siapa yang lebih disukai Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Ibu Kota Negara.

Sesuai data yang dihimpun Delikmaluku29news.com, dari sumber di Baileo Belakang Soya, kisruh internal partai Golkar Kota Ambon hingga kini belum berakhir. Pasca ditunjuk Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta menjadi Plt Ketua DPD Golkar Kota Ambon, situasi politik internal partai mulai berubah. Lebih fatalnya, beberapa ketua DPC yang awalnya memberikan dukung kepada calon ketua Steven Risakotta, terancam lengser dari kepengurusan.

Di sisi lain, kisruh ini tentunya membuat agenda partai menjadi tertunda sampai sekarang, belum lagi proses pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku yang ditunda hingga tidak ada waktu yang ditentukan.

“Jadi kemarin liat sendiri toh, panitia sudah buat spanduk besar di jalan-jalan tentang akan dilantik pengurus DPD Golkar Provinsi oleh Ketua Bahlil, tapi saat ini belum juga realisasi kan. Intinya Internal Partai belum steril. Seperti di DPD Kota Ambon juga begitu,” beber sumber media ini, Senin kemarin, (21/07/2026).

Menurutnya, alasan Ketua Umum DPP Golkar menginstruksikan penundaan Musda Golkar Kota saat itu hal yang logis. Pasalnya, situasi musda saat itu semuanya lebih banyak mendukung Steven Risakotta. Hanya saja, sosok Risakotta tidak layak dipilih sebagai pimpinan di Kota Ambon.
“Kalau soal kemampuan tidak ada yang ragu. Tapi ini soal keberadaan sosok pimpinan di daerah. Kan Steven aktivitas dia di Jakarta, lalu mau jadi ketua bagaimana. Nah ini yang jadi satu pertimbangan DPP seperti itu. Jadi ini semua diambil untuk membuat Partai ini besar sampai di akar rumput. Apalagi visi misi ketua umum Partai lima tahun ke depan Golkar harus menang Pemilu di Maluku. Jadi itu alasannya,” bebernya.

Kisruh ini, lanjut dia, tentunya membawa pengaruh besar hingga ke internal pengurus Kabupaten Kota.
Kata dia, seorang Ely Toisuta tiba-tiba diinstruksikan oleh DPP sebagai Plt Ketua DPD Kota Ambon, tentunya ada gerbong baru di internal partai di pusat dan saat ini masih beradu kekuatan.

“Bagi saya imbasnya sudah tentunya ketua-ketua DPC yang kemarin beri rekomendasi ke calon lain di luar ibu Ely. Nah, dinamika paling panjang. Jadi kita menanti saja prodak ibu Ely seperti apa, apakah masih pertahankan mereka atau mereka diganti,” bebernya.

Karena, kata dia, setiap komposisi struktur pengurus yang terbentuk di internal partai semua harus satu barisan.
“Artinya partai Golkar ini Partai yang solid dan kuat jadi semuanya harus satu barisan, jika tidak pastinya kisruh ini tidak akan pernah selesai. Itu intinya,” singkat dia.(DMC-TIM).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *