Delikmaluku29news.Com., Ambon,- Setelah mengetahui informasi di media siber Delikmaluku29news.com tentang kondisi bangunan SMP Negeri 13 Ambon yang memprihatinkan, Komisi II DPRD Kota Ambon angkat bicara.
Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Dessy K Kalauw, informasi tentang kerusakan gedung sekolah SMP Negeri 13 Ambon baru diketahui setelah ada pemberitaan di media, karena selama ini Komisi II DPRD Kota Ambon belum mendapatkan laporan apapun dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon,Drs F.F Tasso.
“Tentunya kami sangat prihatin Bangunan sekolah SMP Negeri 13 Ambon, ketika mendapat informasi dari media, karena memang sampai saat ini kami belum mendapat laporan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon,” ungkap Dessy K Halauw, ketika menjawab konfirmasi Delikmaluku29news.com, Jumat, (19/9/2025).
Dengan adanya laporan ini, lanjut Halauw, pihaknya akan mendorong agar pembahasan anggaran untuk alokasi pembangunan di SMP Negeri 13 Ambon menjadi prioritas.
“Jadi pada intinya Komisi II akan melakukan rapat evaluasi dengan pihak terkait, untuk melihat kondisi ini, karena tadi juga sudah didatangi Wakil Walikota Ambon dan Kepala Dinas Pendidikan di SMP Negeri 13 Ambon,” jelas Srikandi Partai Golkar ini.
Menurutnya, proses pembahasan di tingkat DPRD akan menjadi prioritas, sehingga untuk memastikan rehab bangunan atau bangun baru, semuanya nanti dibahas melalui Komisi II DPRD Kota Ambon.
“Yang pasti dengan Dinas Pendidikan, hal ini menjadi prioritas untuk sesegera mungkin memperhatikan ruangan belajar dari SMP N 13 ini. Artinya bisa kita akomodir tahun 2026 besok . Bisa direhab total supaya para murid bisa mendapat pendidikan yang layak.
Setidaknya kita bisa dorong dengan alokasi khusus. Dari pihak dinas bisa ajukan rehab atau bangun total. Yang pasti info ini kalau kita sudah dengar maka kita akan dorong supaya tahun 2026 dilakukan proses pembangunan,” jelasnya.
Sekedar tahu saja, kondisi bangunan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Ambon yang berlokasi di kawasan Negeri Lama, Kecamatan Baguala, sudah saatnya menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk segera dilakukan rehabilitasi. Bukan tak punya alasan, tapi sekolah dengan jumlah siswa sekitar 600 orang lebih ini, kondisinya memprihatinkan.
Sekolah ini di musim penghujan selalu mengalami banjir di halaman sekolah sampai di ruangan kelas, dan hampir seluruh ruangan kelas, plafon dan Keramik Lantai sudah rusak dan pecah.
Data yang di himpun Media Siber ini, halaman sekolah itu ketika musin hujan, banjir kerap meluap setinggi lutut orang dewasa. Ini disebabkan selokan got di depan pemukiman rumah warga yang bersebelahan atau persis di depan pagar depan sekolah, tidak ada jalan bagi aliran air, sehingga kerap banjir melanda halaman sekolah hingga ke depan ruangan kelas.
“Karena selokan got di depan rumah warga, yang bersebelahan langsung dengan tembok sekolah tidak ada aliran air yang jalan, bahkan got kelihatan sudah dipenuhi longsoran tanah dan kotoran. Ini membuat kalau musin hujan, air selalu meluap masuk ke dalam halaman sekolah,” beber salah satu sumber media ini.
Seharusnya, lanjut sumber itu, Pemkot Ambon lebih fokus pada rehabilitasi bangunan dan perbaikan halaman sekolah. Karena jumlah siswa di sekolah itu berjumlah 600 orang lebih.
“Bukan mau mengeluh, tapi memang kondisi bangunan sekolah dan halaman sekolah harus segera diperbaiki, ini sebagai upaya untuk membuat para siswa senang dan nyaman mendapat pendidikan di SMP N 13 Ambon,” tutup sumber itu. (DMC-01).















