Example floating
Example floating
/>
Umum

Mengembalikan Marwah Partai atau Intrik Kaum Status Quo. Catatan : Elia Ronny Sianressy ( Kader Golkar)

169
×

Mengembalikan Marwah Partai atau Intrik Kaum Status Quo. Catatan : Elia Ronny Sianressy ( Kader Golkar)

Sebarkan artikel ini
Elia Ronny Sianressy, SH.(Politisi Golkar).
Example 468x60

Delikmaluku29news.com,AMBON,- Pemilihan umum pertama tahun 1955 menjadi tonggak sejarah demokrasi Indonesia. Dari 28 peserta, muncul empat kekuatan politik besar: PNI, Masyumi, NU, dan PKI masing-masing mewakili spektrum ideologi nasionalis, Islam modernis, Islam tradisional, dan komunis.

Di tengah kerasnya pertarungan ideologi saat itu, lahirlah Sekretariat Bersama Golongan
Karya (Sekber Golkar) gagasan para jenderal TNI dan kalangan profesional yang terpanggil
menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD
1945.
Golkar sejak awal bukan sekadar partai politik, melainkan gerakan kebangsaan yang
menempatkan kepentingan rakyat dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Pada masa Orde Baru, Golkar tampil sebagai poros kekuatan politik nasional bersama SOKSI,
KOSGORO, dan MKGR. Setelah reformasi, banyak pihak memprediksi Golkar akan runtuh.
Namun di bawah kepemimpinan Akbar Tanjung, partai ini justru bertransformasi menjadi
partai modern dan tangguh melalui Paradigma Baru membuktikan bahwa Golkar tetap
relevan di setiap zaman.
Golkar di Maluku: Dari Kejayaan Menuju Titik Balik
Sejarah mencatat, Golkar di Maluku pernah menjadi kekuatan politik yang disegani. Kursi
Ketua DPRD Maluku secara berturut-turut dipegang oleh kader-kader terbaik: Ruswan
Latuconsina, Zeth Sahuburua, Richard Louhanapessy, hingga Fatany Sohilauw.
Golkar kala itu bukan hanya mesin politik, tapi rumah besar bagi pemimpin daerah yang
mengabdi untuk rakyat. Kadernya solid, loyal, dan menjadi tulang punggung pemerintahan
daerah.
Namun lima tahun terakhir, partai ini kehilangan arah. Di bawah kepemimpinan yang tak lagi
menyentuh akar rumput, Golkar seperti mati suri, hidup segan, mati tak mau.
Perolehan suara menurun tajam. Posisi di DPRD Maluku merosot, bahkan tergeser oleh
partai-partai baru yang belum genap berumur satu dekade. Ini bukan sekadar kekalahan
politik, tapi krisis kepercayaan. Kader resah. Pengurus kebingungan. Loyalis kecewa. Dan di
tengah kegelapan itu, sebuah cahaya muncul.
Rohalim Boy Sangaji: Nafas Baru, Harapan Baru
Dialah Rohalim Boy Sangaji (RBS) sosok muda, enerjik, dan berintegritas tinggi yang kini hadir
membawa semangat pembaruan Partai Golkar di Maluku.

RBS bukan sekadar figur, tetapi gerakan kesadaran baru di tubuh partai. Ia datang bukan
untuk mengulang masa lalu, tetapi membangun masa depan dengan nilai-nilai kejujuran,
kerja keras, dan pengabdian.
RBS dikenal karena: Rekam jejak kepemimpinan yang bersih, tegas, dan berprestasi, Kedekatannya dengan kader di akar rumput, Kemampuannya merangkul dan menyatukan berbagai faksi internal, Serta komitmennya untuk mengembalikan marwah Partai Golkar sebagai rumah besar perjuangan rakyat.

Ia hadir dengan roh yang sama seperti para pendahulu besar Golkar mereka yang tidak berpolitik untuk kekuasaan, melainkan untuk pengabdian. Di tangan RBS, Golkar Maluku berpeluang bangkit dengan wajah baru: modern, inklusif, dan kembali menjadi kekuatan
utama rakyat Maluku.

Seruan untuk DPD II Se-Maluku: Pilih Perubahan, Bukan Kepentingan
Kini seluruh DPD II Partai Golkar se-Maluku dihadapkan pada momen bersejarah.
Apakah kita akan terus membiarkan partai ini dikendalikan oleh segelintir orang yang sibuk
mempertahankan status quo, memperkaya diri, dan menyingkirkan kader potensial?
Atau kita memilih membuka lembaran baru bersama pemimpin yang tulus, visioner, dan
berkomitmen terhadap kebangkitan partai?
Wahai para pemegang mandat, di tangan Anda masa depan Partai Golkar Maluku.
Kini bukan saatnya ragu, bukan waktunya bermain aman. Ini adalah panggilan sejarah untuk menyelamatkan dan membangkitkan kembali beringin tua agar kembali rindang menaungi
rakyat.

Bersama RBS, Rebut Kembali Marwah Golkar Maluku!
Mari rapatkan barisan. Satukan tekad dan langkah.Bangkitkan kembali militansi dan
semangat juang kader di seluruh penjuru Maluku. Karena bersama Rohalim Boy Sangaji
(RBS), Golkar tidak sekadar bertahan tetapi kembali memimpin. Ia adalah simbol
kebangkitan, energi perubahan, dan harapan baru bagi seluruh kader Partai Golkar di Bumi
Para Raja.
Ayo Bung, Rebut Kembali!
Bersama RBS, Golkar Maluku Bangkit.(RED-DMC).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *