DELIKMALUKU29NEWS.COM,SBB,–Sebanyak 120 anak Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat diberi trauma Healing oleh Polwan Polres Seram Bagian Barat.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak bentrokan antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe beberapa hari lalu.
Kasubbagbekpal Baglog Polres SBB, Iptu Petra C. Tuasuun, S.H., mengatakan, peserta trauma healing terdiri dari anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan.
“Jumlah keseluruhan yang mendapat bimbingan trauma healing ada 120 anak, terdiri dari 20 anak PAUD, 60 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 15 siswa SMA,” kata Petra, Senin (14/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti sejumlah aktivitas untuk membangun kembali suasana nyaman dan menyenangkan.
Kegiatan dimulai dengan perkenalan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan ice breaking, permainan interaktif, serta komunikasi dalam suasana riang dan penuh kegembiraan.
Petra mengatakan, pendampingan ini diberikan untuk membantu anak-anak menghadapi dampak psikologis setelah menyaksikan atau merasakan langsung situasi konflik yang terjadi di wilayah mereka.
“Polwan Polres SBB melakukan pendampingan trauma healing secara psikologis kepada anak-anak dampak dari konflik yang terjadi beberapa hari lalu antara Desa Lisabata dan Desa Patahuwe,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak secara bertahap mengurangi rasa takut dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang.
“Trauma healing ini dilakukan supaya mereka bisa melupakan setiap kejadian yang terjadi saat itu,” kata Petra.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Polres SBB mengerahkan 22 personel. Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Sosial Provinsi Maluku dan Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat.
Petra berharap anak-anak tetap dapat bersuka cita dan tidak larut dalam pengalaman yang mereka alami akibat konflik.
“Harapannya anak-anak ini bisa senantiasa tetap bersuka cita dalam keadaan apa pun, tetap percaya bahwa trauma yang mereka alami, Polwan Polres SBB hadir untuk mengembalikan situasi hati mereka dan memulihkan keadaan mereka,” ujarnya.
Sebelum trauma healing digelar, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Bupati Seram Bagian Barat juga memberikan bantuan pakaian sekolah kepada anak-anak tingkat SD, SMP, dan SMA.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang terdampak situasi pascabentrokan di Desa Patahuwe.
Kegiatan trauma healing diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak sekaligus memberikan rasa aman setelah situasi konflik yang terjadi di wilayah tersebut.(DMC-DS).
















