Example floating
Example floating
/>
Pendidikan

Unpatti Wisudakan 1.298 Lulusan Periode April 2026

15
×

Unpatti Wisudakan 1.298 Lulusan Periode April 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,- Universitas Pattimura (Unpatti) mewisuda sebanyak 1.298 lulusan pada Wisuda Periode April 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-63 kampus tersebut di Auditorium Unpatti, Poka, Kota Ambon, Kamis (23/4/2026).

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, yang menegaskan komitmen Unpatti sebagai perguruan tinggi berbasis kepulauan dan maritim yang diarahkan menuju universitas kelas dunia.

“Universitas Pattimura tidak boleh menjadi institusi generik. Kita harus menjadi universitas yang berakar pada realitas kepulauan dan memberi solusi bagi bangsa maritim,” tegas Fredy dalam pidatonya.

Dari total 1.298 lulusan, terdiri atas 845 lulusan sarjana (S1), 373 lulusan profesi, 75 lulusan magister, dan 5 lulusan doktor. Rata-rata lama studi lulusan tercatat 3,6 tahun dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,35.

Lulusan sarjana berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Hukum 83 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 88 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 211 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 145 orang, Fakultas Pertanian 68 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 37 orang, Fakultas Teknik 69 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 54 orang, Fakultas Kedokteran 25 orang, serta Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Aru 29 orang dan PSDKU Maluku Barat Daya 36 orang.

Sementara lulusan profesi terdiri dari 302 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta 71 lulusan Fakultas Kedokteran.

Prof. Fredy menyampaikan bahwa gelar akademik yang diterima para wisudawan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

“Gelar akademik yang disematkan hari ini adalah awal dari proses belajar yang sesungguhnya dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada lulusan penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari total lulusan sarjana, terdapat 32 mahasiswa penerima KIP Kuliah dan sebagian besar berhasil meraih prestasi akademik dengan predikat cumlaude.

Menurut Fredy, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi di dunia pendidikan tinggi.

Pada momentum Dies Natalis ke-63, Unpatti kembali menegaskan arah pengembangan kampus melalui konsep “Bina Mulia Kelautan” sebagai pola ilmiah pokok universitas.

Konsep tersebut menempatkan Unpatti sebagai pusat pengembangan ilmu berbasis maritim kepulauan, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hukum adat, sosial budaya kepulauan, hingga teknologi yang relevan bagi kawasan timur Indonesia.

“Makna Bina Mulia Kelautan adalah membina manusia unggul sekaligus membangun kemuliaan ilmu yang berpijak pada laut, pulau, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Fredy.

Ia mengungkapkan, pada usia ke-63 tahun, Unpatti telah menerbitkan buku konsep akademik “Bina Mulia Kelautan” dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang telah memperoleh Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada 22 April 2026.

Selain itu, Unpatti juga memperkenalkan desain toga baru sebagai implementasi Permen Dikti Saintek Nomor 20 Tahun 2025 yang menjadi simbol identitas baru universitas.

Dalam pidatonya, Fredy memaparkan sejumlah capaian strategis Unpatti selama dua tahun terakhir. Persentase dosen bergelar doktor kini mencapai 35,28 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 50 persen pada 2030.

Di bidang akreditasi, jumlah program studi berakreditasi unggul meningkat signifikan dari enam program studi pada akhir 2023 menjadi 16 program studi pada awal 2026.

Unpatti juga memperluas jejaring kerja sama internasional dan nasional. Hingga saat ini, tercatat 59 kerja sama internasional dan 551 kerja sama dalam negeri telah dibangun bersama berbagai institusi pemerintah, swasta, maupun lembaga pendidikan.

Dari sisi tata kelola, Unpatti memperoleh nilai akuntabilitas kinerja sebesar 83,45 persen dengan predikat A serta capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Meski demikian, Fredy mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama terkait tingkat serapan lulusan di dunia kerja yang baru mencapai 21,82 persen, masih jauh dari target 60 persen.

“Ini menjadi peringatan sekaligus dorongan bagi kita untuk bekerja lebih keras meningkatkan kesiapan lulusan,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Unpatti menetapkan empat fokus utama pengembangan ke depan, yakni peningkatan daya saing akademik, penguatan reputasi internasional, kemandirian pendanaan, dan tata kelola berbasis digital yang berintegritas.

Dalam kesempatan itu, Fredy juga meminta dukungan pemerintah pusat dan legislatif agar Unpatti dapat bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) pada tahun 2027.

“Kami berharap dukungan penuh agar Unpatti dapat menjadi PTNBH sehingga lebih lincah dalam pengelolaan pendidikan dan riset berbasis kemaritiman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Senat Universitas Pattimura, Prof. Dr. Tonny Donald Pariela, MA, menyampaikan apresiasi atas perkembangan signifikan yang dicapai Unpatti di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan.

Menurut Tonny, penguatan budaya mutu, peningkatan jumlah doktor dan guru besar, serta bertambahnya program studi berakreditasi unggul menjadi indikator kemajuan nyata Unpatti menuju universitas unggul dan berkarakter budaya kepulauan.

“Unpatti terus bertumbuh menjadi pusat pengembangan peradaban masyarakat kepulauan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Acara wisuda dan Dies Natalis ke-63 Unpatti turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Wali Kota Ambon, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, pimpinan perguruan tinggi, tokoh akademik, serta para orang tua wisudawan. (DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *