DELIKMALUKU29NEWS.COM,KISAR,-Proyek Air bersih yang seharusnya dibangun untuk kebutuhan dasar masyarakat ternyata terbalik. Bukannya membantu masyarakat tetapi diduga menyusahkan rakyat kecil.
Salah satunya Proyek Jaringan Air Bersih Milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku, yang dibangun di daerah perbatasan Timor Leste, yakni, Desa Oirata Timur, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) diduga sarat korupsi.
Sesuai data yang di himpun Delikmaluku29news.com, proyek ini dibangun sejak tahun 2019 dengan nilai anggaran Rp.2,3 Miliar.
Anggaran miliaran itu ternyata terpakai namun manfaat dari proyek ini tidak dinikmati masyarakat di Desa itu.
Meski fisik bak jaringan air dibangun, namun informasi lain menyebutkan, saat ini pompa air sudah rusak,dan fisik bak pun sudah rusak alias tidak dapat digunakan sesuai tujuan dari proyek tersebut.
Masyarakat di Pulau Kisar meminta agar permasalahan ini diusut kejaksaan setempat.
“Kan ada itu kantor Cabang Kejaksaan Negeri MBD di Wonreli, jadi alangkah baiknya jaksa masuk usut saja proyek ini, karena memang manfaatnya tidak ada sama sekali,” ungkap sumber itu.
Menurutnya, dari hasil penelusuran, ternyata proyek ini dibangun selesai tapi terjadi mark-up.
“Pastinya ada mark-up di sana, karena proyek tidak digunakan itu,” bebernya.
Padahal, lanjut sumber itu lagi, ada proyek yang sama dibangun di Desa Oirata Barat. Nilai proyek di desa Oirata Barat dibangun dengan anggaran Rp.1,5 miliar. Di sini proyeknya dikerjakan selesai, dan sekarang sudah digunakan masyarakat.
“Jadi kita harap pak jaksa di Cabang Wonreli tolong usut kasus ini,” tandasnya.
Terpisah hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi para pihak yang mengerjakan proyek tersebut.
Sementara itu, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri MBD di Wonreli Jo Dirk Sahetapy, juga belum dapat dikonfirmasi mengenai hal ini.(DMC-TIM).
















