DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Masyarakat Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melayangkan ultimatum. Jika kasus pembakaran rumah, pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan oknum diduga warga Hatusua yang terjadi sejak 2024 hingga 2026 tak kunjung diproses, Jalan Lintas Seram siap dipalang.
Ancaman itu disampaikan dalam aksi damai pemuda, pemudi dan masyarakat Waipirit di Balai Seni Desa Waipirit, Kamis (13/8/2026).
Massa menilai penanganan sejumlah kasus yang menimpa warga belum memberikan kepastian hukum. Mereka mendesak aparat segera menangkap dan memproses para pelaku pembakaran, pengrusakan, penganiayaan hingga pembacokan terhadap warga Waipirit.
Koordinator aksi, Sammy Luhukay, menegaskan masyarakat tidak akan tinggal diam jika tuntutan mereka kembali diabaikan.
“Kalau tuntutan masyarakat tidak diindahkan, kami akan melakukan aksi berikutnya dan kami akan palang Jalan Lintas Seram,” tegas Sammy dalam orasinya.
Selain penegakan hukum, warga menuntut seluruh kerugian akibat pembakaran dan pengrusakan rumah maupun bangunan diganti pihak yang bertanggung jawab.
Massa juga meminta penyidik memberikan SP2HP secara bertahap kepada para korban terkait laporan pembakaran, pengrusakan dan penganiayaan yang telah disampaikan.
Sementara itu, Deni Luhukay selaku korlap 1 mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keresahan masyarakat yang merasa tuntutan mereka belum mendapatkan tindak lanjut.
“Kami datang di sini hanya untuk menyampaikan keluhan masyarakat yang menjadi korban dan tuntutannya belum ditindaklanjuti terhadap pelaku, termasuk kesepakatan ganti rugi rumah yang dibayar dan dirusak yang dijanjikan Pemkab SBB,” ujarnya.
Masyarakat juga mempertanyakan terjadinya pembakaran meski sebelumnya telah dilakukan upaya perdamaian. Mereka menegaskan setiap pelaku yang terbukti harus diproses sesuai hukum.
Pemerintah Desa Waipirit menyatakan tetap mengawal tuntutan masyarakat dan akan mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur hukum.
Masyarakat kini menunggu kepastian. Jika hukum tak kunjung berjalan, Lintas Seram menjadi sasaran aksi berikutnya.(DMC-DS).














