Example floating
Example floating
/>
Umum

Dibayar Gaji dan Tunjangan Besar, Kepala BPJN Maluku Malah Malas Berkantor

164
×

Dibayar Gaji dan Tunjangan Besar, Kepala BPJN Maluku Malah Malas Berkantor

Sebarkan artikel ini
Kepala BPJN Maluku, Yana Astuty.
Example 468x60

Delikmaluku29news.com.Ambon,- Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Yana Astuty dikabarkan tidak berkantor selama dua minggu belakangan ini.

Ia dikabarkan berada di Ibukota Jakarta. Entah apa urusan di kota metropolitian itu, belum diketahui pasti.

Berdasarkan penelusuran media ini di markas BPJN Maluku yang berlokasi di bilangan Wailela, Desa Poka, Teluk Ambon, eks Kasubdit Pengendalian Kepatuhan Intern dan Manajemen Risiko Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum tidak pernah menunjukkan batang hidung sedikitpun di kantor.

Yang terlihat hanyalah pegawai dan pejabat teknis alias bawahannya. Perihal keberadaan Yana diluar daerah, sumber media ini enggan berkomentar lebih jauh.

“Tidak tahu pasti. Beliau ke Jakarta bukan urusan kantor,” seloroh sumber.

Beberapa petugas lainnya juga menyebut hal yang sama. Kata dia, Ka Balai ke Jakarta untuk urusan pelatihan kepemimpinan.
“Setahu beta (saya) beliau pergi urusan penjenjangan, bukan urusan kantor,” singkat sumber lainnya.

Sementara itu, informasi yang diterima Yana tidak pernah menempati Rumah Susun (Rusun) selama bertugas di Ambon, Provinsi Maluku.
Padahal, Rusun dibangun untuk pejabat BPJN Maluku yang tidak memiliki tempat tinggal di daerah dimana mereka bertugas, untuk ditempati.

Begitu besar anggaran digelontorkan dari Kementerian PU untuk pembangunan fasilitas ini, ternyata tidak dimanfaatkan oleh Yana.
Dikabarkan, dia (Yana_red) menunjuk staf yang dibawanya dari luar daerah untuk menempati salah satu ruang kamar Rusun.

Anehnya, sejak serah terima jabatan Ka Balai yang baru, Yana menempati hotel megah yang berlokasi di puncak Hatukau, Negeri Batu Merah.

Setelah check out, Yana menyuruh staf mencari kamar kontrakan sebagai tempat tinggal. Biaya Hotel Santika Premiere selama tiga hari ia nginap menjadi beban institusi BPJN.

Kini Yana telah menempati rumah kontrakan yang diduga berlokasi di Lampu Lima, Tantui, Sirimau, Kota Ambon.
Perilaku Yana tidak menunjukkan keberpihakan kepada daerah ini. Padahal sejumlah persoalan infrastruktur masih mengisahkan masalah, dan butuh perhatian serius pemerintah.

Ada Inpres Jalan Daerah yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto, tidak pernah diperjuangkan Yana. Ia lebih banyak pelesiran ke luar daerah ketimbang bekerja untuk daerah ini.
Bawah Staf Dari Luar Daerah
Sangat disayangkan, setelah ditugaskan ke Maluku, Yana membawa satu orang staf khusus dari luar daerah.
Entah apa tugas staf itu? Dugaan kuat staf yang dibawa hanya bertugas menemani Yana selama menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala BPJN.
Perilaku Yana menjadi bahan gunjingan di kalangan internal BPJN Maluku. Apakah memang sumber daya di kantor tidak ada sehingga staf harus dibawa dari luar. Kehadiran staf tersebut menjadi beban BPJN Maluku.

Kepala BPJN Maluku Dikecam
Keberadaan Yana dikecam sejumlah pihak. Mereka menilai Yana tidak memiliki niat sedikitpun membangun daerah ini. Pasalnya, banyak sekali persoalan infrastruktur yang butuh keseriusan pimpinan BPJN.

“Sejak awal saya sudah menduga, jika kehadiran Ka Balai hanya menjadi pelengkap penderita, bukan win-win solution,” kata Herman Siamiloy, pemerhati sosial Maluku, Sabtu (13/9).

Kenapa? Daerah ini akan maju bila dipimpin anak asli Maluku. Pengalamannya ada pada Kepala BPJN yang lama, Moch Iqbal Tamher.

Dengan ketulusan hati, kata Siamiloy, Iqbal turut memperjuangkan kepentingan Maluku. Banyak persoalan infrastruktur mampu direspon dsn ditindaklanjuti.
Iqbal salah satu anak asli daerah ini yang mengerti betul akan kondisi yang dialami masyarakat. Konektivitas antarwilayah menjadi perhatian serius dikala Iqbal memimpin BPJN Maluku.

Dengan sikap abai Yana terhadap daerah ini, Siamiloy meminta, Menteri PU Doddy Hanggodo untuk mengevaluasinya.
“Kita butuh pemimpin yang mau merasakan dan berjuang untuk rakyat. Bukan begaya-gayaan atau acuh tak acuh. Tipe Yana tidak pantas memimpin BPJN Maluku,” sindirnya.
Presiden Prabowo, sebut Siamiloy, menjadikan infrastruktur dan konektifitas antarwilayah sebagai skala prioritas pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk institusi BPJN Maluku.
“Jika pemimpin tidak memiliki etiket baik, sebaiknya angkat kaki dari Maluku. Mau mundur atau dimundurkan? Itu pesannya,” tegas Siamiloy. “Jangan sampai rakyat bereaksi. Sebaiknya saudara Yana mundur,” sambung Siamiloy menutup komentar. (DMC-01).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *