Delikmaluku29news.com.Ambon- Kedua warga yang bermukim di kawasan Pohon Mangga dan Kawasan Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon nyaris baku ancam pakai senjata tajam (Sajam).
Kedua warga yang tinggal di berbeda lokasi itu adalah Moldi Borut (Pohon Mangga) dan Rifai Haimahu (Air Salobar)
Insiden ini berawal dari tanggal 3 September 2025, sekitar pukul 16.15 WIT, Sdr. Moldi Borut, sedang minum minuman keras jenis sopi bersama rekannya Aleks Haumahu. Saat itu, Sdr. Rifai Haumahu memerintahkan Sdr.Moldi Borut dengan nada kasar untuk menyiram sopi kepada rekan-rekannya, karena merasa tersinggung Sdr. Moldi Borut marah dan sekap rahang Rifai Haumahu.
Selanjutnya, tanggal 6 September 2025, Marco Haumahu mencari Moldi Borut dengan Benda tajam (parang) di Air Salobar tempat rujak. Kemudian pada tanggal 7 September 2025 pukul 07.20 WIT, karena merasa terancam dicari oleh Marco Haumahu maka Moldi Borut bersama Lima (5) rekannya mendatangi Marco Haumahu di samping Kantor Kelurahan Nusaniwe untuk klarifikasi hal tersebut. Namun Marco Haumahu tidak ada di tempat.

Kapolsek Nusaniwe AKP Johan Anakotta kepada wartawan mengatakan, terhadap kesalah pahaman kedua warga itu, ditakutnya nanti berdampak kepada perkelahian kelompok dan yang lebih besar lagi, sehingga Polsek Nusaniwe bergerak cepat mediasi kedua belah pihak untuk mencari solusi yang terbaik. Dan solusinya adalah berdamai.
Kegiatan mediasi ini berlangsung di Mako Polsek Nusaniwe, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Senin, (8/9/2025).
“Jadi bertempat di Polsek Nusaniwe, telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan dalam rangka mediasi tindakan Pengancaman dengan benda tajam (parang) di Air Salobar pada tanggal 3 September 2025, tanggal 6 September 2025 dan tanggal 7 September 2025. Kegiatan tersebut merupakan langkah cepat Polsek Nusaniwe dalam mengantisipasi terjadinya aksi pengancaman lanjutan yang berunjung pada Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Nusaniwe,” ungkap AKP Johan Anakotta, melalui rilis yang diterima dari Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Janet Luhukay, Selasa, (9/9/2025).
Hadir dalam pertemuan itu, Kanit Intelkam Polsek Nusaniwe AIPTU. F. Beda Bungan, Kasubnit IV Sat Intelkam Polresta P. Ambon AIPDA. D. Umar. Sementara dari Pihak Air Salobar, Kepala Pemuda Air Salobar Bpk. Epang Loupaty, Marco Haumahu, Rifai Haumahu, Opin Lewohab. Untuk pihak Pohon Mangga Air Salobar yakni, Dino Borut, Abas Borut, Andi Kaliki, Riski Riman, dan Moldi Borut.
Anakotta, kepada kedua belah pihak mengatakan, Polsek Nusaniwe hadir untuk memfasilitasi pertemuan ini dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara kedua pihak terkait tindakan pengancaman dengan menggunakan benda tajam (parang). Polisi tidak berpihak kepada salah satu pihak, tetapi bertugas sebagai penengah agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik, damai, dan tidak berlanjut menjadi hal-hal yang lebih besar.
” Harapan saya, kedua pihak bisa menyampaikan keterangan dengan jujur, terbuka, dan dengan kepala dingin. Kita semua bersaudara, mari kita ciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif di wilayah Nusaniwe,” pungkas Anakotta.
Sementara itu, Kasubnit IV Satuan Intelkam Polresta P. Ambon Aipda . D. Umar, menambahkan, dari setiap peristiwa pasti ada hikmah yang bisa diambil, permasalahan yang tadi terjadi hendaknya jangan lagi diperpanjang, tetapi justru menjadi pelajaran berharga agar membuat kedua belah pihak lebih dewasa dalam menyikapi persoalan.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat hubungan antarwarga. Jangan sampai perbedaan kecil merusak persaudaraan yang sudah terjalin. Kami dari pihak Kepolisian mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita, kolaborasi yang baik antara masyarakat dengan aparat akan menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan damai. Harapan saya, setelah mediasi ini tidak ada lagi dendam ataupun rasa curiga, tetapi yang ada hanyalah persaudaraan, saling menghargai, dan semangat untuk hidup rukun bersama,” jelas Aipda Umar.
Hal yang sama juga ungkapkan Kanit Intelkam Polsek Nusaniwe Aiptu . F. Beda Bungan.
Menurut Bungan, berbeda paham adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun, yang terpenting adalah jangan menyimpan masalah itu terlalu lama, jika dibiarkan berlarut-larut, hanya akan menimbulkan dendam dan memperbesar persoalan.
” Kita semua yang ada di sini pada dasarnya saling mengenal, bahkan banyak yang memiliki hubungan kekerabatan, karena itu tidak baik jika sesama saudara, tetangga, atau teman justru terlibat perselisihan. Mari kita saling membantu, saling mendukung, dan menjaga hubungan baik, dengan begitu suasana di lingkungan kita akan tetap aman, rukun, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
Diketahui, dari pertemuan itu semua pihak sepakat berdamai untuk menjaga situasi yang kondusif, dan harus menjadi contoh yang baik anak-anak dan generasi muda. Tidak ada lagi perpecahan antara warga Pohon Mangga dan Air Salobar.(DMC-01).















