DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Penjabat Kepala Desa Persiapan Yawuru, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Nehemia Samloy, secara resmi menyampaikan kepada masyarakat Yawuru di Kota Ambon, bahwa seluruh dokumen persyaratan pengusulan untuk menjadi desa definitif telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Sesuai informasi dari Pemprov Maluku, sudah dikeluarkan rekomendasi dan administrasi pengusulan lanjutan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, dan jika tidak ada kendala, bulan Juni 2026 ini, ada survei pihak Mendagri dan Pemprov Maluku serta Pemerintah Kabupaten terkait, yang langsung ke desa-desa persiapan untuk mengecek sejauh mana kesiapan desa persiapan tersebut.
“Saya perlu sampaikan bahwa perkembangan desa Persiapaan mulai dari tahun 2023 sampai 2026, segala proses administrasi sudah sampai di Provinsi, dan untuk konfirmasi terakhir Pemprov sudah keluarkan rekomendasi dan administrasi untuk di antar ke Mendagri. Dan informasi terakhir awal Juni ini ada survei atau identifikasi atau kunjungan dari kemendagri dengan Pemprov dan kabupaten ke desa desa persiapan. Kunjungan itu melihat secara langsung kesiapan di desa persiapan,” ungkap Nehemia Samloy, saat menyampaikan sambutan singkatnya dalam acara pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Yawuru Domisili Kota Ambon, Sabtu, (16/05/2026).
Acara pelantikan ini berlangsung di Gedung Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Jemaat Nusaniwe, Jln. Perumtel Gunung Nona, Kota Ambon.
Karena itu, lanjut Samloy, seluruh masyarakat Yawuru yang ada di perantauan maupun di Negeri Yawuru, agar tetap solid, mengatukan persepsi dan hilangkan ego pribadi, demi sama-sama mendukung proses yang sudah berjalan dengan baik tersebut.
“Dengan demikian sebagai orang percaya kita harus berdoa dan bekerja, agar pemerintah pusat bisa secepatnya menerima hasil kerja kita dan apa yang kita upayakan itu kiranya Tuhan membuka pintu hati pemerintah agar memberikan nomor registrasi Desa Definitif Yawuru, supaya kita dapat berdiri sendiri,” kata Samloy.
Samloy juga dalam kapasitas selaku pembina Ikatan Keluarga Besar Yawuru Domisilk Ambon (IKBYA), mengaku, tujuan paling utama untuk dibentuk persekutuan ini adalah meningkatkan silaturahmi antara keluarga antara orang tua dan anak, saudara bersaudara, untuk sama-sama bangun komitmen untuk hidup di tanah rantau, yang mengharuskan untuk saling bahu membahu, saling memikul beban antara satu dengan yang lain.
“Bapak ibu dan sudara/ri sekalian, tujuan utama dibentuk persekutuan ini adalah bagaimana kita lebih pererat lagi silaturahmi antara sesama dan menguatkan tekad saling berbagi, saling memikul beban, baik itu beban yang ada di Desa, maupun tugas dan tanggung di tanah rantau. Saya juga mengajak kita semua mari kita menyatu dengan baik, kita menyatukn persepsi supaya menjadi keluarga yang baik, dalam menghadapi era modern sekarang ini,” tutur Samloy.
Lebih lanjut lagi, dirinya mengucapkan banyak terima kasih bagi orang tua-tua di Negeri Yawuru yang berdomisili di Kota Ambon, karena sudah punya inisiatif bentuk perkumpulan keluarga seperti ini.
“Dan saya percaya bahwa persekutuan ini sudah terbentuk dari sejak adanya pendahulu pendahulu kita. Artinya sejak dulu sudah ada Letelay, Samloy, Lainata, Tenlima, Dahoklory, Darkay, Laimeheriwa, Permaha, dan marga-marga lain, jadi ini hanya kita bangun kembali untuk sama-sama dalam satu kebersamaan, itulah yang disebut Lekesanulu Karahan Idaweli,” tegasnya.
Ia juga mengimbau, persekutuan ini dibentuk berarti dengan satu tujuan bersama, satu pikiran bersama. Tidak ada lagi yang jalan ke kiri dan ke kanan, tapi semua harus satu tujuan.
“Perlu saya menjelaskan dua hal, yang pertama dasar dibentuk persekutuan Negeri ini untuk memupuk kekeluargaan kita di tanah rantau, kedua adalah kita harus memiliki konektivitas yang erat, dengan pemerintah Desa Persiapan Yawuru. Ini perlu ditingkatkan supaya terkesan bahwa segala perjuangan untuk niat baik seluruh desa persiapan Yawuru ada kerjasama dan kolaborasi yang baik. Dan hubungan ini perlu kita sama-sama jalan bersama supaya kita dapat menyiapkan hal-hal yang menyangkut dengan desa defenitif nantinya,” tegas Samloy, menutup sambutannya.
Prosesi pelantikan sekaligus di dalamnya ibadah bersama itu, dipimpin langsung Pendeta M.Ezra.St. Dahoklory,SP., dan dihadiri Badan Pembina, Pengurus yang dilantik serta warga Yawuru Domisili di Kota Ambon.
Diketahui, Komposisi dan Pengurus Ikatan Keluarga Besar Yawuru Domisili Kota Ambon, Periode 2026-2031, yang dilantik di antaranya,
Pembina : Bapak Nehemia Samloy (PJ Kades Persiapan Yawuru), Bapak. Pede Letelay, Bapak Mon Laimeheriwa, Bapak Otis Samloy, Bapak.Feri Dahoklory.
Ketua : Bapak Johanis Dahoklory
Wakil Ketua I : Bapak. Ateng Laimeheriwa
Wakil Ketua II : Bapak. Nus Letelay.
Sekretaris : Bapak. Dony Samloy.
Wakil Sekretaris : Bapak. Rian Letelay.
Bendahara 1 : Ny. Adelci Letelay.
Bendahara 2 : Ny Leny Dahoklory.
Bidang Kerohanian.
Ketua : Bapak. Yan Letelay
Anggota : Ny. Nona Letelay, Pendeta. Yansen Letelay, Pendeta. Nona Samloy,Pendeta M.Ezra St. Dahoklory, SP.
Bidang Organisasi dan Kaderisasi.
Ketua : Bapak Ricky Laimeheriwa
Anggota : Bapak Angky Dahoklory, dan Bapak Semuel Dahoklory.
Bidang Seni dan Budaya.
Ketua : Bapak. Tinus Letelay.
Anggota : Bapak Bony Samloy, Bapak Yopi Dahoklory, Bapak Efry Dahoklory, Bapak Timo Laimeheriwa.
Bidang Hukum, Advokasi dan Keamanan.
Ketua : Bapak Rony Samloy
Anggota : Bapak Feri Letelay, Bapak. Sony Dahoklory, Bapak. Rony Dahoklory, Bung Aimas Darkay, Bapak Edi Darkay,Bapak Leo Laimeheriwa, Bapak. Carles Tenlima, Bapak Remon Letelay,
Bidang Humas dan Dokumentasi.
Ketua : Bapak. Hendrik Dahoklory.
Anggota : Bapak. Aris Lekidara, Bapak.Upa Lainata, Ny.Debi Permaha, Ny. Ros Dahoklory, Bapak. Sias Dahoklory.















