Example floating
Example floating
/>
Kriminal

Sebut Sumber Api Kebakaran Pasar Piru Dari Kebun Warga, Begini Penjelasan Pemilik Kebun

8
×

Sebut Sumber Api Kebakaran Pasar Piru Dari Kebun Warga, Begini Penjelasan Pemilik Kebun

Sebarkan artikel ini
Beni Manuputty.
Example 468x60

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Insiden kebakaran di kawasan Terminal Pasar Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, yang terjadi pada Selasa, (20/04/2026) sekira pukul 16.05 WIT kemarin, hingga kini masih terjadi kontra versi terkait sumber api kebakaran pasar tersebut.

Sesuai pengakuan Kasi Humas Polres Seram Bagian Barat, AKP Jhon R. Soplanit, kepada awak media bahwa sumber api berasal dari kebun milik Beni Manuputty, namun hal itu tidak benar.

“Mengapa saya bilang tidak benar, karena saat polisi menyampaikan informasi ke publik, belum pernah mengambil keterangan apapun dari saya sebagai saksi, dan api yang membakar Pasar itu bukan api dari kebun saya, tapi itu berasal dari dalam pasar,” ungkap Manuputty, ketika menghubungi Delikmaluku29news.com, Kamis, (23/04/2026) siang.

Kata dia, pasca insiden kebakaran itu, dirinya membaca di media kalau kepolisian Polres SBB menyampaikan sumber api kebakaran dari kebun miliknya. Dengan jarak lima meter ke TKP. Padahal jarak kebun dengan lokasi kebakaran itu sekitar 17 meter. Dan api itu tidak dari kebun tapi diduga dari dalam pasar.

“Mana mungkin polisi bilang jarak dari kebun saya ke lokasi kebakaran itu hanya 5 meter, perlu diketahui jarak dari kebun ke Pasar itu sekitar 17 meter. Masa di bilang api dari sini, jadi itu tidak benar,” tegasnya.

Hal ini diduga, lanjut dia, ada orang sengaja memperkeruh suasana dan sengaja membuat gaduh ditengah kehidupan masyarakat.

“Kami menduga ada orang yang sengaja membuat gaduh dan memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan,” imbuhnya.

Meski begitu, lanjut Manuputty, sebelum insiden kebakaran, pihaknya baru saja melakukan aktivitas bakar-bakar di dalam kebun.

“Memang saya akui baru saja bakar-bakar di kebun, tapi kita sudah padamkan api beberapa jam sebelum kejadian di dalam pasar. Jadi ini kalau di bilang sumber api dari kebun, saya tidak terima,”tegasnya.

Menurutnya, saat dia mendengar keterangan Polres SBB yang diduga menyudutkan dirinya, ia langsung memilih datang ke Mapolres SBB untuk memberikan klarifikasi, namun sampai di sana polisi mengarahkan untuk pulang, nanti baru dilakukan panggilan secara resmi.
“Artinya kita hargai proses penanganan yang polisi lakukan, tapi nama saya kan sudah dibawa-bawa. Saya tidak ambil baik, Polres SBB tidak boleh mengambil keterangan di lapangan seperti itu. Saya sendiri ini yang lihat langsung kalau sumber api itu dari mana, saya tau itu, tapi intinya bukan dari kebun saya,” tutup Manuputty.

Diketahui, akibat dari kebakaran tersebut,ada bangunan dan barang milik warga yang terdampak kebakaran meliputi 11 unit kios dan 4 unit basecamp. Selain itu, delapan unit sepeda motor serta berbagai barang elektronik seperti handphone dan laptop, termasuk barang dagangan lainnya, turut hangus terbakar. Para pemilik bangunan yang terdampak di antaranya Dani Cell, Ibu Ikro, La Ate, Mull, Nurjana Patilou, dan Imam Patilou.(DMC-DS).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *