Example floating
Example floating
/>
Pemerintah

Membedah Pelayaran Kapal Perintis di Maluku, Ini Paparan Anos Yeremias

11
×

Membedah Pelayaran Kapal Perintis di Maluku, Ini Paparan Anos Yeremias

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias mengungkapkan, Provinsi Maluku dikenal sebagai salah satu provinsi kepulauan terbesar di Indonesia.
Luas wilayah lautnya mencapai lebih dari 90 persen dari total wilayah, sementara ribuan pulau yang tersebar dipisahkan oleh lautan yang luas. Kondisi geografis ini menjadikan transportasi laut bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama masyarakat.
Di tengah keterbatasan pelayaran komersial yang lebih banyak mempertimbangkan aspek keuntungan usaha, Kapal Perintis hadir sebagai bentuk nyata kehadiran negara untuk menjamin keterhubungan masyarakat antarpulau, termasuk di wilayah-wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Berdasarkan data trayek pelayaran perintis yang berlaku saat ini, Provinsi Maluku memiliki 18 trayek Kapal Perintis yang beroperasi melalui empat Pelabuhan Pangkalan Perintis, yaitu Ambon, Tual, Dobo, dan Saumlaki.

Pembagian pangkalan tersebut dilakukan agar pelayanan pelayaran dapat menjangkau seluruh kawasan kepulauan secara lebih efektif dan efisien.

1.Pelabuhan Pangkalan Perintis Ambon.
Merupakan pangkalan terbesar di Provinsi Maluku dengan 9 trayek, yaitu:
R-69
R-70
R-71
R-72
R-73
R-74
R-75
R-76
R-77

Kata Yeremias, Pangkalan Ambon melayani sebagian besar wilayah Maluku, mulai dari Pulau Seram, Banda, Buru, Maluku Tengah, Maluku Barat Daya, hingga Kepulauan Tanimbar.
Karena itu, pangkalan ini menjadi pusat konektivitas pelayaran perintis di Provinsi Maluku.

2.Pelabuhan Pangkalan Perintis Tual

Pangkalan Tual mengoperasikan 4 trayek, yaitu:
R-78
R-79
R-81
R-82

Trayek-trayek tersebut melayani wilayah Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, serta sejumlah pulau di kawasan Laut Arafura yang memiliki aktivitas perikanan dan perdagangan cukup tinggi.

3.Pelabuhan Pangkalan Perintis Dobo
Pangkalan Dobo mengoperasikan 1 trayek, yaitu:R-84

Walaupun hanya memiliki satu trayek, jalur ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan kawasan Kepulauan Aru dengan wilayah lain di Maluku dan menjadi salah satu jalur penting di kawasan Laut Arafura.

4.Pelabuhan Pangkalan Perintis Saumlaki.

Pangkalan Saumlaki mengoperasikan 4 trayek, yaitu:
R-85
R-86
R-89
R-91
Trayek-trayek ini melayani wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, serta beberapa pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Lebih Dari Sekedar Kapal.

Politisi Senior Partai Golkar itu mengaku, banyak orang memandang Kapal Perintis hanya sebagai sarana transportasi.
Padahal fungsinya jauh lebih besar. Kapal Perintis menjadi penghubung distribusi bahan pokok, pengangkut hasil pertanian dan perikanan, akses menuju pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.

Bahkan di banyak pulau kecil, kedatangan Kapal Perintis menjadi momen yang sangat dinantikan karena membawa kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus menjadi satu-satunya akses menuju daerah lain.

Perlu Evaluasi Berkelanjutan.

Seiring berkembangnya Provinsi Maluku dan hadirnya berbagai Proyek Strategis Nasional, termasuk Blok Masela, jaringan trayek Kapal Perintis perlu terus dievaluasi.
Frekuensi pelayaran, kapasitas kapal, panjang lintasan, serta kebutuhan masyarakat harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan transportasi laut di masa depan.

Tujuan akhirnya bukan hanya memastikan kapal tetap berlayar, tetapi memastikan bahwa pelayanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan.

Pada seri tulisan berikutnya, saya akan membedah satu per satu dari 18 trayek Kapal Perintis di Provinsi Maluku, dimulai dari Trayek R-69.
Setiap trayek akan dianalisis berdasarkan wilayah pelayanan, panjang lintasan, frekuensi pelayaran, tantangan operasional, manfaat bagi masyarakat, serta usulan pengembangannya. Harapannya, kajian ini dapat menjadi masukan yang konstruktif bagi Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat konektivitas antarpulau.
“Karena bagi Maluku, transportasi laut bukan sekadar memindahkan orang dan barang.
Transportasi laut adalah urat nadi kehidupan, perekat persatuan antarpulau, dan fondasi utama, pemerataan pembangunan di daerah kepulauan,” pungkas Yeremias.(DMC-TIM).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *