Delikmaluku29news.com,MBD,- Masalah utang piutang yang dilakukan eks Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) (Dulunya Maluku Tenggara Barat) Lukas Uwuratuw alias LU, makin memanas untuk disimak.
Alih-alih minta segera kembalikan uang Rp.150 juta milik YL, warga Desa Persiapan Yawuru, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Lukas Uwuratuw , malah minta YL berangkat ke Saumlaki ibu Kota KKT.
Alasannya hanya satu, agar proses penyelesaian ganti duit belanja BBM itu diselesaikan secara baik-baik. Lukas Uwuratuw, dengan terang terangan menyebut dirinya bukan preman sehingga membuat YL takut ke Saumlaki.
“Kenapa dia tidak datang saja ke Saumlaki, kan datang kita bisa selesaikan secara baik-baik, mungkin beta bisa kembalikan dengan kesanggupan bayar berapa kali kah, kan bisa kita bicarakan,” kelit Lukas, ketika dikonfirmasi media siber ini, melalui selulernya, Sabtu, (20/9/2025).
Ditanyakan soal YL tak berani ke Saumlaki, takut dihadang preman dari Lukas Uwuratuw, mantan Politisi Partai Golkar itu menepis isu itu.
“Bung, beta ini sudah jadi orang tua buat orang MBD, tidak mungkin beta buat macam-macam, YL itu beta sudah anggap beta punya anak sendiri, bilang ke dia begitu bung,” katanya.
Dia mengaku, sudah capek berurusan dengan masalah hukum. Dia juga menyesal sikap YL yang membawa-bawa anggota TNI ke rumahnya meminta utang Rp.150 juta itu.
“Kenapa sampai suruh orang datang ke rumah tagih, kan tidak bagus, kita ini sudah capek dengan urusan-urusan begini apalagi masalah hukum. Pada prinsipnya beta bersedia kasih pulang uang, jadi kalau mau bawa ke ranah hukum juga pasti di sana polisi suru arahkan untuk kembalikan dengan surat pernyataan kedua belah pihak. Makanya beta minta dia ke Saumlaki saja, artinya bisa jadi berapa kali uang itu beta kasih pulang, asalkan dia datang dolo. Beta juga sudah pernah kasih pulang uang beberapa lewat saudaranya YL yang tugasnya di POM Saumlaki, ada sekitar satu atau dua kali, beta juga sudah lupa nilainya, jadi intinya bilang dia ke Saumlaki saja, beta jamin dia punya keselamatan di sini, keluarga orang kisar juga ada banyak di sini,” pungkas Lukas.
Sekedar informasi, sebelumnya YL kepada media ini menuturkan, pada awal tahun 2014 lalu, ia berkomunikasi dengan Lukas Uwuratuw dalam rangka membeli BBM di Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Karena kala itu, Lukas Uwuratuw adalah salah satu pengusaha minyak BBM. Berjalannya waktu, dari tahun 2014-2015 proses pembelian dan transaksi berjalan lancar tidak ada masalah. Tetapi waktu di tahun 2016, mulai terjadi masalah yang tak terselesaikan sampai saat ini.
“Jadi waktu tahun 2014-2015 itu beta (saya) beli BBM di dia di Saumlaki berjalan aman-aman saja, uangnya di kirim, barangnya (BBM) juga datang, tidak ada masalah. Nah, pas Tahun 2016 ini baru jadi masalah. Uang beta sudah kirim sebesar Rp.150 juta ke rekening BRI nomor rekening. 0642-01-00035-56-4, atas nama Lukas Uwuratuw, tapi sampai habis tahun 2016 itu barangnya tidak ada sampai tahun 2025 saat ini,” ungkap YL, melalui sambungan selulernya, belum lama ini.(DMC-01).















