DELIKMALUKU29NEWS.COM,AMBON,-Belum ditemukannya Delapan (8) korban yang diduga mengalami kecelakaan laut dengan Speedboat di Perairan Pulau Dai Maluku Barat Daya (MBD), memicu kritikan keras dari warga MBD terhadap kinerja Basarnas di Maluku.
Menurut mereka, sampai hari ke empat proses pencarian tidak ada pihak Badan Nasional Pencarian (BASARNAS) Maluku yang ada di TKP untuk melanjutkan pencaian.
Padahal, insiden semacam ini,bila dibandingkan dengan kejadian yang sama di Pulau Ambon, Haruku, Saparua, Buru, bahkan di Pulau Seram, atensi Basarnas kerap ada untuk menolong warga. Tapi di Pulau Day, kini mendapat pelayanan terburuk.
Diketahui, dari data penumpang atau korban yang masih dalam pencarian di antaranya, Anton Menahem (40, laki-Laki), Asael Daniel (72,Laki-Laki), Yomima Waliana (36,Perempuan),Regina Unwakolu (33, Perempuan), Enderfina Siaran (62, Perempuan), Wulan Kelmury (35, Perempuan), Yoksan Unawekla (9 Laki-laki) dan Marcelo Unawekla (4, Laki-laki). Sedangkan korban selamat, Yakop Anamofa ( 22, Laki-Laki), Ignasius Matrunkoly (42, Laki-laki).
“BASARNAS Posisi, Day dengan Babar Masih NKRI. Nanti kalau pesawat jatuh baru kamong paleng sibuk. Sampe kerahkan seluruh sumber daya Basarnas. Lalu ini di Pelosok MBD, suru Kargo pi cari,” tulis Mozad Leunufna, salah satu warga Maluku di Akun Facebooknya (FB).
Menariknya, komentar tersebut mendapat banyak pujian oleh penikmat FB. Ada yang suka 1,1 ribu, 126 komentar, dan dibagikan 62 kali.
“Dalam sejarah Indonesia, Kapal Kargo dipakai buat cari korban kecelakaan, lalu Kapal Basarnas di mana? Kapal KPLP di mana. Kapal Nafigasi di mana. Mau tanya Helikopter Basarnas tapi Malu hati. Semoga korban yang hilang masuk Surga Semua, yang berduka dikuatkan hati dan diberi ketabahan. Aminn,” komentar Mahad Lekawael di kolom komentar tersebut.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Basarnas Ambon.(DMC-TIM).















